Menhaj: Rakernas Evaluasi Jadi Titik Awal Pembenahan Layanan Haji 2027
TVMU.TV - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan seluruh pemangku kepentingan sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan penyelenggaraan ibadah haji pada musim berikutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Lapangan Galaxy Makodam Jaya, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2026). Forum ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji perdana yang dikelola Kementerian Haji dan Umrah.
Dalam sambutannya, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta berbagai pihak yang terlibat dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah bekerja keras memberikan waktu, tenaga, dan pikiran dalam pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji. Berkat kerja sama seluruh jajaran, kita menerima banyak apresiasi atas pelayanan haji tahun ini,” ujar Menhaj.
Irfan Yusuf mengingat kembali proses awal berdirinya Kementerian Haji dan Umrah yang dihadapkan pada berbagai tantangan. Saat itu, pembentukan organisasi kementerian masih berlangsung, sementara pembahasan regulasi bersama Komisi VIII DPR RI belum sepenuhnya selesai. Di sisi lain, tahapan operasional penyelenggaraan haji sudah berjalan sehingga waktu persiapan sangat terbatas.
Meski demikian, menurutnya, kementerian mampu membuktikan kesiapan dalam menyelenggarakan ibadah haji 2026.
“Ketika itu banyak yang mengatakan, jika kita mampu menyelenggarakan haji saja sudah merupakan sebuah keberhasilan. Alhamdulillah, pada 1 Juli lalu kita membuktikan bahwa Kemenhaj mampu menorehkan sejarah dengan sukses menyelenggarakan ibadah haji tahun 2026. Bahkan, banyak pihak menyebut penyelenggaraan haji tahun ini sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ada,” katanya.
Menhaj juga memberikan apresiasi kepada Wakil Menteri Haji dan Umrah yang dinilainya aktif melakukan pemantauan langsung di berbagai titik layanan selama operasional haji berlangsung.
“Beliau terus berkeliling, mengingatkan teman-teman di lapangan terhadap berbagai hal yang perlu diperbaiki. Alhamdulillah, hasilnya dapat kita rasakan bersama,” ujarnya.
Meski memperoleh berbagai apresiasi, Irfan Yusuf menegaskan seluruh jajaran tidak boleh berpuas diri. Menurutnya, evaluasi harus dilakukan secara terbuka untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan dan menyusun langkah perbaikan yang lebih komprehensif.
“Kita tidak boleh terlena oleh berbagai apresiasi dan ucapan selamat. Kita sadar masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Rakernas evaluasi ini menjadi kesempatan bagi kita untuk membuka seluruh catatan, mengidentifikasi setiap kelemahan, dan menyusun langkah perbaikan secara bersama-sama tanpa saling menyalahkan. Semua dilakukan demi memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jemaah pada tahun-tahun mendatang,” tegasnya.
Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M diikuti ratusan peserta dari jajaran Kementerian Haji dan Umrah, kantor wilayah, kantor kabupaten/kota, pengelola asrama haji, hingga unsur penyelenggara haji lainnya. Forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis sebagai dasar penyempurnaan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji sekaligus melanjutkan transformasi layanan yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
Menhaj berharap hasil Rakernas tidak berhenti pada tataran evaluasi, tetapi mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji Indonesia pada musim haji 2027.