Abdul Mu’ti Nilai Perlu Sinergi Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu
TVMU.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Pernyataan ini disampaikan dalam Pengajian Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban pada Ahad (11/1).
Ia menyoroti bahwa seringkali terjadi ketidakselarasan antar pusat pendidikan tersebut.
“Karena seringkali juga terjadi, di sekolah diajari baik-baik, tapi di rumah, tidak didukung kebijakan sekolah itu atau di masyarakat juga demikian,” ungkap Mu’ti.
Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini, pendidikan adalah tanggung jawab kolektif.
Ia mengutip pepatah Afrika, “Untuk mendidik satu orang anak diperlukan orang satu kampung.” Ia berharap sinergi ini dapat mendorong terpenuhinya hak masyarakat atas pendidikan bermutu sebagaimana diamanatkan undang-undang.
Dalam paparannya, Mu’ti juga menjelaskan perbedaan mendasar antara pendidikan formal dan non-formal. Pendidikan formal memiliki kurikulum dan jam belajar tetap, sedangkan pendidikan non-formal lebih fleksibel dan terbuka terhadap keberagaman keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Hal ini, kata Mu’ti, membuka peluang besar bagi Persyarikatan Muhammadiyah untuk memperluas sayap amal usahanya.
“Ibu-ibu ‘Aisyiyah bisa menyelenggarakan program penyuluhan-penyuluhan terkait dengan pendidikan yang berbasis keluarga dan komunitas. Bapak-bapak bisa membuka kursus melalui SKBM, pusat kegiatan belajar masyarakat atau sanggar kegiatan belajar, SKB,” ujarnya.
Dengan demikian, Muhammadiyah tidak hanya dapat berkontribusi melalui sekolah formal, tetapi juga aktif dalam membangun ekosistem pendidikan non-formal yang menjawab kebutuhan lokal dan memberdayakan masyarakat.