Muhammadiyah Mendunia, Syafiq Mughni Ingatkan Warga Persyarikatan Tidak Terlena

Muhammadiyah Mendunia, Syafiq Mughni Ingatkan Warga Persyarikatan Tidak Terlena
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, mengingatkan warga Muhammadiyah agar tidak terlena dengan berbagai apresiasi dan pengakuan yang diterima Persyarikatan, baik dari masyarakat Indonesia maupun komunitas internasional. Menurutnya, berbagai pujian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat kontribusi Muhammadiyah bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan global.

Pesan tersebut disampaikan Syafiq saat menghadiri Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Candi, Ahad (31/5).

Dalam paparannya, Syafiq mengungkapkan bahwa Muhammadiyah selama ini mendapat pengakuan luas berkat keberhasilannya mengelola berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Salah satu pengakuan tersebut datang dari akademisi dan pengamat Islam asal Amerika Serikat, Robert W. Hefner, yang menilai Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam paling berhasil di dunia dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Oleh karena itu kita menyambut dorongan untuk terus memperkuat diri (Muhammadiyah),” kata Syafiq.

Meski demikian, ia menilai pengakuan internasional tersebut harus diiringi dengan upaya peningkatan kualitas organisasi dan perluasan kontribusi Muhammadiyah di tingkat global.

Syafiq juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi umat Islam di berbagai belahan dunia, salah satunya fenomena islamofobia yang masih berkembang di sejumlah negara. Menurutnya, kondisi tersebut perlu direspons dengan pendekatan yang bijak melalui dialog, kerja sama, dan keteladanan, bukan dengan sikap konfrontatif.

Ia menjelaskan bahwa islamofobia sering kali muncul akibat kesalahpahaman dan stereotip negatif terhadap Islam yang berkembang dalam sejarah panjang hubungan antarperadaban.

Padahal sebenarnya tidak demikian. Malah sebaliknya ketika Umar bin Khattab masuk ke Kota Yerusalem dan menguasai kota itu, maka Umar mengatakan semuanya aman,” ujarnya.

Karena itu, Muhammadiyah terus mengembangkan strategi internasionalisasi sebagai bagian dari upaya memperkenalkan wajah Islam yang damai, moderat, dan berorientasi pada kemanusiaan universal.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat keterlibatan dalam berbagai forum global, termasuk kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional yang bergerak di bidang pembangunan berkelanjutan, dialog antaragama, dan perdamaian dunia.

Syafiq menyebut Muhammadiyah juga aktif menjalin hubungan dengan berbagai organisasi lintas iman, termasuk Religions for Peace, yang sebelumnya dikenal sebagai World Conference on Religion and Peace (WCRP). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam membangun dialog, toleransi, dan kerja sama antarbangsa.

Menurutnya, kiprah global Muhammadiyah harus terus diperkuat agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, mulai dari konflik, kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga krisis lingkungan.

Dengan pengalaman lebih dari satu abad dalam mengelola amal usaha dan gerakan sosial-keagamaan, Muhammadiyah diharapkan terus menjadi duta Islam yang menghadirkan solusi, memperkuat perdamaian, serta menebarkan kemanfaatan bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang kebangsaan.