Abdul Mu’ti Paparkan Empat Golongan Manusia dalam Surah Al-‘Ashr
TVMU.TV - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak jamaah untuk merefleksikan makna kehadiran manusia di dunia dan akhirat melalui tafsir Surah Al-‘Ashr.
Kuliah Subuh yang digelar di Masjid Baiturrahman, Kota Lhokseumawe, Jumat (30/1), ini Mu'ti mengelompokkan manusia menjadi empat jenis berdasarkan kualitas iman dan dampaknya bagi sesama.
Berdasarkan penjelasannya, keempat golongan tersebut pertama, Mufsid, yaitu orang yang rusak iman dan kepribadiannya, serta gemar membuat kerusakan. Mereka memiliki ciri seperti orang munafik: berbicara dusta, ingkar janji, dan berkhianat.
Kedua, Muflis, yaitu orang yang taat beribadah secara lahiriah tetapi menyakiti sesama dalam keseharian. “Shalatnya tampak khusyuk, terlihat baik di mata manusia, tetapi di akhirat justru merugi,” ujar Abdul Mu’ti. Sifat iri, dengki, dan gemar mencari kesalahan orang lain membuat amal ibadahnya sia-sia.
Ketiga, Muslih, yaitu manusia yang beriman dan beramal shalih, yang tidak hanya berbuat baik untuk diri sendiri tetapi juga menghadirkan kebaikan bagi orang lain.
Mu’ti menegaskan pentingnya menyatukan iman dan amal.
“Iman memberi makna pada amal, dan amal menjadi bukti dari iman,” jelasnya.
Ia menyebutkan empat unsur amal shalih: niat ikhlas karena Allah, cara yang sesuai syariat, mengandung maslahat bagi orang lain, dan bersifat ishlah (memperbaiki).
Keempat, Muhsin, yaitu tingkatan di atas muslih, yaitu mereka yang berbuat baik dengan cara yang terbaik dan paling sempurna.
“Berbuat baik tidak boleh asal-asalan. Harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, optimal, dan unggul,” tegasnya.
Selain itu, Abdul Mu’ti menekankan bahwa umat Islam harus menjadi yang unggul (top markotop) dalam kualitas iman, amal, dan kontribusi sosial.
Di akhir tausiyah, ia mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kualitas diri agar menjadi bagian dari golongan muslih dan muhsin—manusia yang menghadirkan kebaikan dan keunggulan bagi kehidupan dunia dan akhirat.