Abdul Mu’ti Resmikan Masjid Al Huda di Bangkalan, Tekankan Masjid sebagai Pusat Persatuan dan Pendidikan
TVMU.TV - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan Masjid Al Huda Muhammadiyah di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Kamis (1/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan masjid harus menjadi ruang pemersatu umat sekaligus pusat pendidikan dan peradaban.
Peresmian tersebut dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Madura Raya. Di hadapan peserta, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya menjaga persatuan antarelemen umat Islam.
Ia menyampaikan hubungan antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama ibarat dua sayap garuda yang bersama-sama membawa Indonesia terbang maju.
Sebelum meresmikan Masjid Al Huda, Abdul Mu’ti terlebih dahulu meninjau SD Negeri Kajuanak 4 yang sempat roboh pada 2024. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan sekolah tersebut masuk dalam program revitalisasi sarana pendidikan.
“Karena itu kami tadi menyampaikan kepada kepala sekolahnya insyaallah nanti kita bantu empat rehab ruang kelas yang rusak, ditambah dua ruang kelas baru ditambah ruang administrasi, ditambah ruang UKS, ditambah toilet,” ungkap Mu’ti.
Terkait keberadaan Masjid Al Huda, ia menegaskan masjid tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga harus menjadi pusat pembelajaran, pembinaan generasi, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, masjid yang dibangun Muhammadiyah tidak boleh menjadi Masjid Dhirar, yakni simbol tempat yang memecah belah umat. Sebaliknya, masjid harus hadir untuk memperkuat ukhuwah, memperluas manfaat sosial, dan membangun peradaban.
Abdul Mu’ti menambahkan, kekuatan utama masjid bukan terletak pada kemegahan bangunan, melainkan pada kokohnya pondasi iman dan takwa jamaah. Ia mengingatkan jangan sampai masjid berdiri megah, tetapi kualitas keimanan umat di sekitarnya justru melemah.
Tidak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya konsep masjid yang “makmur dan memakmurkan”. Artinya, bukan hanya bangunan yang ramai dan megah, tetapi juga masyarakat di sekitar masjid harus ikut merasakan dampak kesejahteraan, pendidikan, dan pemberdayaan.
“Selanjutnya itu masjid yang menjadi tempat di mana berbagai persoalan itu diselesaikan di masjid. Tadi disampaikan masjid sebagai pusat peradaban, masjid sebagai pusat kebudayaan. Itu semua penting kita bangun,” kata Mu’ti.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun generasi masjid. Menurut dia, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembinaan generasi muda agar masjid tetap hidup dan memiliki jamaah yang aktif.
Peresmian Masjid Al Huda di Bangkalan menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pemberdayaan sosial, dan penguatan persatuan umat di tingkat lokal.