Agus Taufiqurrahman: Gerakan Kesejahteraan Sosial Muhammadiyah Harus Berpijak pada Spirit Al-Ma’un

Agus Taufiqurrahman: Gerakan Kesejahteraan Sosial Muhammadiyah Harus Berpijak pada Spirit Al-Ma’un
Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman saat membuka Rapat Koordinasi Regional, Seminar MPKS PP Muhammadiyah Leadership Series, dan Aksi Sosial bertajuk Think Bigger, Lead Better: Strategi Membangun Dampak dan Keberlanjutan Gerakan Kesejahteraan Sosial di Aula Bromo, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jumat (17/7/2026). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman menegaskan gerakan kesejahteraan sosial Muhammadiyah harus terus berpijak pada nilai-nilai Islam yang mencerahkan serta spirit Surah Al-Ma’un. Menurutnya, kepedulian terhadap kelompok rentan merupakan karakter utama dakwah Muhammadiyah yang harus diwujudkan melalui amal usaha dan gerakan sosial yang berdampak.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat membuka Rapat Koordinasi Regional, Seminar MPKS PP Muhammadiyah Leadership Series, dan Aksi Sosial bertajuk Think Bigger, Lead Better: Strategi Membangun Dampak dan Keberlanjutan Gerakan Kesejahteraan Sosial di Aula Bromo, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jumat (17/7/2026).

“Islam mengajarkan untuk memajukan, mencerahkan, membebaskan, dan menghadirkan ketertiban dalam kehidupan. Kepedulian terhadap kaum miskin merupakan ciri khas ajaran Islam yang harus terus diwujudkan dalam gerakan Muhammadiyah,” ujar Agus.

Ia mengatakan gerakan kesejahteraan sosial Muhammadiyah harus mampu menghadirkan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Dalam kesempatan itu, Agus mengutip pandangan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla yang pernah disampaikan pada Muktamar Muhammadiyah di Makassar mengenai paradoks kemiskinan di kalangan umat Islam.

Menurut Agus, refleksi tersebut menjadi pengingat agar Muhammadiyah terus memperkuat peran sosialnya melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Ia juga mengibaratkan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan dan ekonomi sebagai “amal usaha mata air” karena menghasilkan sumber daya bagi kemajuan umat. Sementara amal usaha di bidang kesejahteraan sosial disebutnya sebagai “amal usaha air mata” karena berorientasi pada pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Spirit gerakan Muhammadiyah adalah membebaskan, memberdayakan, dan memajukan. Seluruh amal usaha harus menjadi center of excellence bagi Muhammadiyah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua MPKS PP Muhammadiyah Jasra Putra mengatakan kegiatan tersebut menjadi forum untuk mempercepat implementasi 10 program prioritas MPKS yang merupakan amanat Muktamar Muhammadiyah.

“Selama tiga hari ke depan kita akan bersama-sama membahas strategi percepatan pelaksanaan 10 program prioritas tersebut agar dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh wilayah,” ujarnya.

Jasra menjelaskan, salah satu program yang telah direalisasikan ialah pembentukan Pusat Santunan Keluarga Muhammadiyah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, MPKS terus memperkuat tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesejahteraan sosial.

Dari sekitar 250 lembaga kesejahteraan sosial Muhammadiyah di Indonesia, sebanyak 157 lembaga telah memperoleh akreditasi. Menurutnya, capaian tersebut perlu terus ditingkatkan melalui penguatan tata kelola dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam sesi keynote speech, Agus Zainal Arifin menyoroti besarnya anggaran perlindungan sosial nasional yang mencapai sekitar Rp600 triliun. Ia menilai tantangan utama masih terletak pada akurasi data penerima manfaat sehingga diperlukan sistem pendataan yang lebih baik hingga tingkat ranting Muhammadiyah agar intervensi sosial semakin tepat sasaran.

Melalui Rakor Regional ini, MPKS PP Muhammadiyah menargetkan lahirnya strategi yang lebih terintegrasi untuk memperkuat gerakan kesejahteraan sosial Persyarikatan, sekaligus memperluas dampak pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan semangat dakwah Al-Ma’un.