Muhadjir Effendy: Lulusan Muhammadiyah Harus Adaptif, Berkarakter, dan Siap Hadapi Era AI

Muhadjir Effendy: Lulusan Muhammadiyah Harus Adaptif, Berkarakter, dan Siap Hadapi Era AI
Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy saat menghadiri Resepsi Milad ke-18 dan Wisuda ke-23 Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Selasa (14/7/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah harus memiliki kemampuan beradaptasi, terus belajar, serta mampu menjawab tantangan zaman yang berubah sangat cepat. Menurutnya, lulusan Muhammadiyah tidak cukup hanya menguasai satu disiplin ilmu, tetapi juga harus siap menghadapi disrupsi teknologi, termasuk perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Pesan tersebut disampaikan Muhadjir saat menghadiri Resepsi Milad ke-18 dan Wisuda ke-23 Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Selasa (14/7/2026).

Menurut Muhadjir, dunia saat ini memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang ditandai dengan perubahan cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Kondisi tersebut menuntut lulusan Muhammadiyah memiliki kemampuan berkolaborasi, berpikir adaptif, serta terus meningkatkan kompetensi sepanjang hayat.

“Kalian tidak bisa hanya mengandalkan satu disiplin ilmu untuk menyelesaikan persoalan. Dunia membutuhkan kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan terus belajar,” ujarnya.

Ia menilai, kemajuan teknologi, khususnya AI, akan mengubah hampir seluruh sektor kehidupan. Karena itu, perguruan tinggi Muhammadiyah perlu menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu berinovasi, dan siap memberikan solusi atas persoalan masyarakat.

Selain menyoroti kualitas lulusan, Muhadjir mengapresiasi perkembangan UMGO yang dinilai terus menunjukkan kemajuan. Salah satunya melalui pengembangan Program Studi Kedokteran yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga dokter di berbagai daerah.

Muhadjir juga mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa, khususnya bagi putra-putri daerah yang memiliki prestasi akademik.

“Saya berharap perguruan tinggi Muhammadiyah dapat memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah yang berprestasi melalui beasiswa pendidikan kedokteran agar mereka dapat kembali mengabdi di daerah asalnya,” pesannya.

Menurutnya, lulusan penerima beasiswa diharapkan kembali ke daerah masing-masing untuk memperkuat layanan kesehatan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

Menutup sambutannya, Muhadjir mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian sebagai lulusan Muhammadiyah yang mampu menghadapi dinamika global dengan ilmu, karakter, dan semangat belajar sepanjang hayat.

Menurutnya, gelar akademik harus menjadi modal untuk terus berkarya, menghadirkan solusi bagi masyarakat, serta menjaga nilai-nilai kemajuan yang menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah.