Agus Taufiqurrahman Ingatkan Bahaya Marah bagi Kesehatan Jantung dan Otak
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, mengingatkan bahwa emosi marah dapat secara langsung meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Peringatan ini disampaikannya sebagai pemateri dalam Kajian Kamisan Serial Kesehatan dalam Islam yang digelar Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Kamis (29/1), dengan tema “Hubungan Marah dengan Kesehatan Kardio-Serebrovaskular”.
“Marah dapat menurunkan antibodi, melemahkan sel kekebalan alami, dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke,” papar Agus.
Ia menjelaskan mekanisme medis di baliknya, di mana saat marah, hormon adrenalin meningkat, pembuluh darah menyempit, dan tekanan darah melonjak.
“Dalam bahasa kita, orang marah itu disebut ‘naik darah’, dan secara medis memang benar, tekanan darahnya naik,” ungkapnya, menegaskan bahwa kondisi berulang ini bisa memicu pecahnya plak di pembuluh darah.
Agus juga membuka kajian dengan menekankan bahwa kesehatan adalah nikmat utama yang sering dilupakan.
“Kesehatan memang bukan segalanya, tetapi tanpa kesehatan, segalanya tidak bisa kita nikmati,” ujarnya.
Menurut dia, menjaga kesehatan dalam Islam adalah bagian dari amal saleh dan investasi untuk masa tua yang mandiri.
“Kalau kita menua dengan sehat, insyaallah kita masih bisa menjadi manusia tua idaman: sehat, mandiri, dan bermanfaat,” tambahnya.
Ia menegaskan konsep kesehatan yang utuh, yang mencakup kesejahteraan fisik, mental, sosial, dan spiritual.
“Sehat yang hakiki bukan sekadar tidak minum obat atau tidak dirawat dokter, tetapi kondisi sejahtera secara fisik, mental, sosial, dan spiritual,” jelasnya.
Pada sesi tanya jawab, Agus meluruskan mitos penanganan stroke yang berbahaya.
“Stroke adalah masalah di otak. Menusuk jari hanya akan membuang waktu emas. Yang paling penting adalah segera membawa pasien ke rumah sakit, idealnya kurang dari tiga jam,” tegasnya.
Kajian ini ditutup dengan ajakan untuk mensyukuri nikmat sehat dengan meningkatkan kualitas ibadah dan pengabdian.
“Badan sehat harus diiringi ibadah yang semakin hebat. Itulah bentuk syukur yang sesungguhnya atas nikmat kesehatan,” pungkas Agus Taufiqurrahman.