Anwar Abbas: Peran Setara Suami-Istri Kunci Bangun Keluarga dan Peradaban

Anwar Abbas: Peran Setara Suami-Istri Kunci Bangun Keluarga dan Peradaban
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, menegaskan pentingnya peran setara antara suami dan istri dalam membangun keluarga yang kuat sekaligus menjadi fondasi kemajuan peradaban.

Pernyataan itu disampaikan dalam Tabligh Akbar yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Metro di Masjid Amir Hamzah, Ahad (26/4).

Menurut Anwar, kesuksesan seorang suami tidak terlepas dari kontribusi istri. Namun, ia menekankan bahwa peran tersebut bukan sekadar berada di belakang, melainkan sejajar dan saling menguatkan.

“Saya yakin betul, di balik kesuksesan seorang suami ada istri, bukan di belakang tapi di samping,” kata Anwar Abbas.

Ia menjelaskan, relasi yang setara antara pasangan suami-istri menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan keharmonisan rumah tangga. Bahkan, kondisi keluarga yang harmonis dapat menjadi basis penguatan ekonomi dan pengembangan usaha.

Lebih jauh, Anwar mengajak warga Muhammadiyah untuk menjadikan keluarga sebagai titik awal membangun masa depan. Menurutnya, rumah tangga yang sehat dan nyaman akan melahirkan generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi bangsa.

“Oleh karena itu bapak dan ibu, kita hadir di sini bersama-sama adalah untuk menapaki masa depan. Kita sama-sama bernaung dan bergabung dalam sebuah organisasi yang namanya Muhammadiyah,” ujarnya.

Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, ia mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga, khususnya di lingkungan Muhammadiyah. Hal ini dinilai krusial dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi perubahan zaman.

Anwar juga menyoroti peluang kebangkitan peradaban baru di masa depan. Ia menilai kawasan Asia, termasuk Indonesia, memiliki potensi besar untuk mengambil peran strategis tersebut.

Karena itu, ia menegaskan bahwa keluarga Muhammadiyah harus mampu mempersiapkan generasi yang beriman, berilmu, dan berdaya saing agar dapat berkontribusi dalam memimpin peradaban dunia.

Dengan penguatan peran keluarga dan relasi yang setara, Anwar optimistis Muhammadiyah dapat melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat.