Agus Taufiqurrohman Minta Mubalig Muhammadiyah Ciptakan Pengajian yang Menggembirakan
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrohman, memberikan arahan khusus bagi para mubalig dalam menyampaikan dakwah. Ia meminta agar para dai menghindari suasana tegang di majelis taklim yang justru menghambat jemaah menerima materi.
Pesan ini disampaikan pada Ahad (11/1) dalam acara Wisuda Sekolah Tabligh Muhammadiyah Jawa Tengah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).
“Saya ingin menyampaikan mubalig Muhammadiyah itu jangan bikin umat ngajinya penuh ketegangan, sehingga ilmunya tidak masuk. Menurut teori capaian memori kita untuk belajar itu berbanding terbalik dengan ketegangan,” kata dr. Agus.
Menurutnya, ruang pengajian harus diciptakan mudah dan menggembirakan, sesuai dengan pesan Nabi Muhammad SAW. Namun, dr. Agus juga mengingatkan agar tidak jatuh ke ekstrem lain, di mana pengajian menjadi sekadar lawakan tanpa substansi.
“Antara pengajian dan stand up comedy harus ada perbedaannya,” tegasnya.
Pesan kedua dari dr. Agus adalah perlunya mubalig memahami berbagai segmen jemaah (mad'u) dan menyesuaikan materi serta penyampaiannya. Ia menyoroti kesulitan mencari mubalig yang relevan untuk segmen anak muda.
Untuk menjangkau generasi muda, selain materi yang related, mubalig juga perlu menyesuaikan gaya bahasa, penampilan, dan mengikuti tren yang sedang berkembang di kalangan mereka seperti lagu atau isu terkini, tanpa ikut hanyut di dalamnya.
Di akhir pesannya, dr. Agus mengusulkan pentingnya penyusunan kurikulum ngaji bagi warga Muhammadiyah di tingkat ranting dan cabang. Hal ini, menurutnya, penting agar para ustaz memahami konteks jemaahnya dan menghindari penyampaian materi yang repetitif, terutama dalam menghadapi bulan Ramadan.
“Terlebih menghadapi Bulan Ramadan, sering kali mubalig menyampaikan materi yang repetitif – materinya sama disampaikan di seluruh mimbar masjid yang mengundangnya,” pungkasnya.
Arahan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dakwah Muhammadiyah, membuatnya lebih mengena, menyenangkan, dan berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat.