Salmah Orbayinah Tekankan Pentingnya Ketakwaan dan Keikhlasan dalam Kerja Organisasi

Salmah Orbayinah Tekankan Pentingnya Ketakwaan dan Keikhlasan dalam Kerja Organisasi
Acara Silaturahim Syawalan rekan sekerja PP Muhammadiyah yang berlangsung di kediamannya, Sabtu (18/4). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menegaskan pentingnya ketakwaan dan keikhlasan sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah persyarikatan. Hal itu disampaikan dalam acara Silaturahim Syawalan rekan sekerja PP Muhammadiyah yang berlangsung di kediamannya, Sabtu (18/4).

Dalam sambutannya, Salmah mengingatkan bahwa ketakwaan harus menjadi orientasi utama dalam setiap aktivitas, termasuk dalam menjalankan tugas organisasi. Ia merujuk pada QS Ali Imran ayat 133 yang menyerukan umat Islam untuk bersegera menuju ampunan Allah dan surga yang dijanjikan bagi orang-orang bertakwa.

“Ini adalah firman Allah yang menegaskan bahwa surga seluas langit dan bumi disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, ketakwaan harus menjadi orientasi utama dalam setiap aktivitas kita,” ungkapnya.

Menurutnya, pesan tersebut bukan sekadar ajaran normatif, melainkan pengingat bahwa ganjaran ketakwaan merupakan janji nyata dari Allah SWT yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salmah juga menekankan bahwa nilai ketakwaan perlu tercermin dalam kinerja Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Ia menilai peran karyawan dan rekan sekerja di lingkungan Pimpinan Pusat sangat strategis dalam menjaga keberlanjutan gerakan organisasi.

“Jika kita semua bertakwa, insyaallah Allah akan membantu menyelesaikan berbagai kesulitan. Kita bukan sekadar kawan kerja, tetapi rekan sekerja yang merekat dan menjadi bagian penting dari tumbuh dan besarnya persyarikatan ini,” tuturnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya keikhlasan dalam berkhidmat. Menurut Salmah, kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang tetap terjaga hingga kini tidak terlepas dari dedikasi tulus para kader dan pekerja di dalamnya.

Di tengah usia Muhammadiyah yang telah mencapai 113 tahun dan ‘Aisyiyah 109 tahun, ia menyampaikan rasa syukur atas konsistensi gerakan dakwah dan sosial yang terus relevan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Keikhlasan dalam mendukung organisasi ini adalah kunci. Apa yang kita lakukan hari ini, sekecil apapun, insyaallah akan mendapatkan ganjaran terbaik dari Allah,” ujarnya.

Melalui momentum Syawalan, Salmah berharap seluruh elemen persyarikatan dapat memperkuat komitmen untuk bekerja dengan dilandasi ketakwaan dan keikhlasan. Dengan begitu, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah diharapkan terus memberikan kontribusi nyata sekaligus menjaga kepercayaan umat dan bangsa.