Atasi Kesulitan Air Bersih, MPM PP Muhammadiyah Resmikan Sumber Air Lagi di NTT
TVMU.TV - Sebuah sumber kehidupan baru kembali hadir di tengah masyarakat Desa Tliu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meresmikan mata air kedua bernama "Oe Upun" pada Senin (10/2), yang diharapkan dapat memperkuat persatuan dan mengatasi kesulitan air bersih di daerah tersebut.
Mata air yang dikelilingi pohon mangga ini merupakan hasil kolaborasi antara MPM PP Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Kupang, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTT, Danone Indonesia, dan masyarakat setempat. Sumber air ini terletak di lahan milik Suku Ita, yang dengan ikhlas memberikannya untuk kemaslahatan bersama.
"Alhamdulillah sumber mata air ini sudah melayani sampai lebih dari 500 jiwa," ungkap Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah.
Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam mewujudkan program ini.
"Dan ditopang – didukung juga oleh Danone Indonesia. Kolaborasi ini menghadirkan sumber mata air yang insyallah bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat," tambahnya.
Keberhasilan ini diapresiasi oleh Mukhsin Masri dari PWM NTT, yang secara khusus berterima kasih kepada Suku Ita yang telah mengikhlaskan lahannya. Ia berpesan agar sumber air ini tidak hanya memberi manfaat, tetapi juga menjaga kekompakan masyarakat.
"Semoga sumber mata air ini dapat memberi manfaat dengan baik. Di sisi lain juga untuk tetap menjaga kekompakan," pesan Mukhsin.
Semangat kolaborasi untuk membangun masyarakat juga disampaikan Nazaruddin Malik, Rektor UM Kupang. Ia berharap kehadiran kampusnya dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan lingkungan dan ekonomi warga.
"Kami berharap Universitas Muhammadiyah Kupang nanti bisa melanjutkannya dengan membangun lingkungan dan ekonomi yang bisa mendorong masyarakat lebih produktif," katanya.
Sementara itu, Abdul Kadir dari PCM Amanuban Timur menekankan bahwa kehadiran program ini memperkuat persatuan antar umat beragama di desanya.
"Semoga dengan adanya sumber mata air yang kedua ini, dapat merekatkan persatuan umat beragama di desa kami semakin kuat," ungkapnya.
Kebahagiaan juga terpancar dari Semi Ita, Kepala Suku Ita, yang menyambut rombongan dengan tradisi berkuda dan pembacaan bahasa adat Banam.
"Tentu kami ikut senang, kami memiliki tanah bermanfaat untuk kita-kita semua. Terbantu oleh semua – majelis pemberdayaan Muhammadiyah," ujarnya dengan senyum merekah.
Sumber mata air Oe Upun ini terintegrasi dengan program MPM Feto Mone dan sumber-sumber air sebelumnya seperti Oe Bone dan Oe Fau, menjadi bukti nyata kolaborasi yang mampu menjawab kebutuhan dasar sekaligus memperkuat tali persaudaraan di tengah keberagaman.