Dadang Kahmad: Konsep 'Takzim' Pondasi Akhlak Umat Islam dalam Berinteraksi Sosial
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad menegaskan pentingnya konsep takzim sebagai fondasi akhlak dalam kehidupan umat Islam.
Konsep ini, yang bermakna memuliakan, menghormati, dan menjaga adab kepada sesama, menjadi landasan untuk membangun interaksi sosial yang harmonis tanpa merendahkan siapapun.
“Takzim merupakan bagian integral dari ajaran Islam dan menjadi pondasi pembentukan karakter umat. Tidak ada satu pun ajaran Islam yang membenarkan penghinaan terhadap orang lain,” ujar Dadang dalam program Catatan Akhir Pekan yang disiarkan di tvMu dan YouTube tvMu, Ahad (30/11/2025).
Menurut Dadang, dalam Islam berkemajuan, nilai takzim diperluas penerapannya. Penghormatan tertinggi diberikan kepada Allah melalui ketaatan dan tauhid yang murni, sedangkan kepada Rasulullah diwujudkan dengan meneladani akhlaknya. Kepada guru, takzim diwujudkan dengan menaati ajaran yang baik tanpa menghilangkan harga diri. Kepada orang tua, melalui ketaatan dan doa, dan kepada sesama manusia dengan tidak merendahkan siapapun, apapun latar belakangnya.
Dadang menghubungkan konsep ini dengan golden rule universal, yaitu memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Prinsip serupa, katanya, juga ditemukan dalam berbagai agama, termasuk dalam Injil.
Ia menegaskan bahwa dalam perspektif Islam berkemajuan, takzim harus dilandasi moralitas luhur dan menjadi energi aktif untuk memajukan umat, bukan sekadar ritual pasif. Budaya lokal dapat mempengaruhi bentuk penghormatan selama tidak melanggar prinsip Islam.
“Kita harus memahami bahwa sesungguhnya kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh status sosial, namun ditentukan oleh ketakwaannya, dan bahwa Allah juga hanya menilai akhlak terbaik dari hamba-hamba-Nya,” tandas Dadang.
Sebagai langkah konkret, Muhammadiyah terus menanamkan nilai-nilai akhlak Islam seperti kejujuran, kesabaran, kedermawanan, dan kerendahan hati melalui pendidikan di sekolah dan majelis pengajian.