Daftar Haji Sejak Usia Tiga Tahun, Remaja 17 Tahun Asal Yogyakarta Berangkat ke Tanah Suci
TVMU.TV - Seorang jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Subur Adi Cahyono, berhasil mewujudkan cita-citanya memberangkatkan sang anak, Novem Bill Ichtiar, menunaikan ibadah haji di usia 17 tahun. Keberangkatan ayah dan anak itu menjadi salah satu kisah inspiratif dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Subur mengaku bersyukur dapat mendampingi anaknya menunaikan rukun Islam kelima di usia muda. Menurutnya, persiapan keberangkatan telah direncanakan sejak lama.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah atas segala nikmat, sehingga saya sebagai orang tua bisa memfasilitasi anak untuk menunaikan rukun Islam yang kelima,” ujarnya.
Ia menuturkan, Novem didaftarkan haji sejak 2012, saat masih berusia sekitar tiga tahun. Keputusan itu diambil agar sang anak dapat berangkat ketika kondisi fisik masih prima dan siap menjalani rangkaian ibadah yang menuntut stamina.
“Karena haji itu bukan hanya soal ongkos, tapi juga tenaga yang harus ekstra. Jadi saya ingin anak saya berangkat saat stamina masih benar-benar fit,” kata Subur.
Sehari-hari, Subur bekerja sebagai tekniker gigi dan aktif sebagai Ketua Asosiasi Teknikan Gigi di Yogyakarta. Ia mengaku secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kebutuhan ibadah dan kegiatan sosial.
“Saya memang setiap hari berusaha menyisihkan rezeki, baik untuk berbagi maupun untuk ibadah. Dan kami berkomitmen tidak menggunakan dana yang sudah diniatkan untuk kebaikan,” tambahnya.
Sementara itu, Novem Bill Ichtiar mengaku bahagia dapat menunaikan ibadah haji pada usia remaja. Ia mengatakan persiapan dilakukan secara bertahap melalui manasik haji, menjaga kesehatan, dan memperkuat stamina sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Alhamdulillah senang. Persiapannya ikut manasik haji, jaga kesehatan dan stamina, semuanya diarahkan oleh ayah,” ungkap Novem.
Novem juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, guru, dan teman-temannya yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan.
“Saya berterima kasih kepada ayah, keluarga, guru, dan teman-teman. Semoga mereka juga bisa menyusul menunaikan ibadah haji,” katanya.
Secara khusus, Novem turut memanjatkan doa untuk ibunya yang belum dapat berangkat bersama pada musim haji tahun ini.
“Buat ibu, semoga selalu sehat dan panjang umur,” tuturnya.
Subur berharap kisah keluarganya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini. Menurut dia, kesiapan berhaji tidak hanya berkaitan dengan biaya, tetapi juga menyangkut kesiapan fisik dan mental.
“Ibadah haji ini bukan hanya soal biaya, tapi juga kesiapan fisik dan mental. Jalan kaki saja bisa berkilo-kilo setiap hari,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Menurutnya, layanan yang diberikan mulai dari proses administrasi di Indonesia, pelayanan di asrama haji, hingga pendampingan di Tanah Suci berjalan semakin baik.
“Alhamdulillah, pelayanan dari awal keberangkatan sampai di sini sangat memuaskan,” pungkasnya.
Keberangkatan Novem menjadi gambaran bahwa perencanaan jangka panjang, disiplin menabung, dan persiapan sejak dini dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk menunaikan ibadah haji pada usia produktif. (Fini Auliany)