Erwin Akib Dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-28 Unismuh Makassar

Erwin Akib Dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-28 Unismuh Makassar
Unismuh Makassar mengukuhkan Erwin Akib sebagai Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris kekhususan Penilaian dan Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa di Balai Sidang Muktamar ke-47 Kampus Unismuh Makassar, Senin (6/10). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengukuhkan Erwin Akib sebagai Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris kekhususan Penilaian dan Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa di Balai Sidang Muktamar ke-47 Kampus Unismuh Makassar, Senin (6/10).

Pengkuhan berlangsung dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dengan penyerahan Surat Keputusan Guru Besar dari Kepala LLDIKTI Andi Lukman kepada Rektor Unismuh Abd Rakhim Nanda, kemudian Rektor menyerahkan SK tersebut kepada Erwin Akib.

Prosesi pengukuhan dilanjutkan dengan pengalungan selempang guru besar oleh Ketua Dewan Guru Besar Unismuh Makassar, Irwan Akib kepada Erwin.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan selamat atas dikukuhkannya Erwin Akib, sebagai Guru Besar di Unismuh Makassar ke-28.

Ia mengungkapkan peran dan tanggung jawab barus sebagai seorang guru besar harus terus diwujudkan dan diaktualisasikan secara lebih meluas dan berdampak besar bagi masyarakat luas.

“Penghidmatan keilmuan merupakan wujud dan aktualisasi bagi setiap muslim, dimana satu diantara amal yang akan bersambung bagi kehidupan mukmin adalah ilmu yang dimanfaatkan. Oleh karena itu, pengukuhan guru besar ini bukan hanya sekedar seremonial namun juga merupakan tantangan dan arena baru, bagaimana dengan jabatan tertinggi ini mampu untuk terus berbagi ilmu, mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” sebut Haedar.

Selain itu, Haedar pun berharap raihan positif ini agar terus diperkuat dan diperkokoh untuk kemajuan Unismuh Makassar di masa depan.

“Secara institusi, dengan penambahan guru besar, maka semakin meningkatkan kualitas akademik dan fungsi catur dharmanya. Unismuh yang sudah meraih unggul tentu juga terus meningkatkan peran catur dharmanya dalam kualitas pendidikan AIK, kualitas akademik, riset, dan pengabdian pada masyarakat, sehingga berdampak luas untuk memajukan umat dan bangsa,” ujarnya.

Haedar menegaskan bahwa pengukuhan guru besar di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah bukan hanya penanda kemajuan akademik, tetapi juga bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah dalam melahirkan ilmuwan yang berjiwa pengabdian dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Dengan semakin banyaknya guru besar yang lahir dari amal usaha pendidikan Muhammadiyah, diharapkan akan lahir generasi intelektual yang mencerahkan, berintegritas, dan terus menebar manfaat bagi bangsa dan kemanusiaan semesta.