Fakultas Ilmu Keperawatan UMJ dan Kemenkes Gelar Simulasi Siaga Bencana
Fakultas Ilmu Keperawatan UMJ dan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan Penggunaan Automated External Defibrillator (AED), serta Simulasi Siaga Bencana, Sabtu (14/12).
TVMU.TV - Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) dan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan Penggunaan Automated External Defibrillator (AED), serta Simulasi Siaga Bencana, Sabtu (14/12).
Pelatihan yang diikuti 128 mahasiswa FIK UMJ itu berlangsung di Ruang Kelas dan Lapangan FIK UMJ. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan sistem peringatan dini (early warning system) dan respons cepat terhadap bencana melihat semakin relevan dengan tingginya risiko bencana di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi penting, ditengah risiko tinggi bencana perlu ada peran tenaga keperawatan sebagai peran vital dalam merespons keadaan darurat, baik dalam skala individu maupun massal.
Dosen FIK UMJ, Erwan Setiyono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan perdana pelaksanaan tentang simulasi kesiapsiagaan bencana yang diselenggarakan di FIK UMJ dan telah tercantum dalam mata kuliah.
"Simulasi ini merupakan kegiatan perdana bagi mahasiswa keperawatan UMJ, dan kegiatan ini juga bagian dari kurikulum yang telah kami jalani," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Tanggap Darurat Budiman menyebutkan bahwa pelatihan ini juga bertujuan untuk mengintegrasikan sistem peringatan dini dengan respons cepat oleh tenaga kesehatan.
"Kesiapsiagaan tenaga keperawatan adalah kunci untuk meminimalkan dampak bencana terhadap korban. Dengan pelatihan ini, Harapannya mahasiswa mampu menerapkan keterampilan yang mereka pelajari untuk menyelamatkan nyawa,” jelasnya.
Budiman menambahkan, Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat kerentanan bencana tertinggi di dunia. Misalnya Gempa bumi, banjir, tsunami, hingga kebakaran sering terjadi, sehingga menuntut kesiapan semua sektor, terutama sektor kesehatan.
Menurut dia, tenaga keperawatan memiliki peran vital dalam merespons keadaan darurat, baik dalam skala individu maupun massal.
Maka dari itu, Budiman menilai pentingnya terlibat langsung dalam simulasi agar mahasiswa keperawatan dapat memahami dinamika di lapangan, termasuk pengelolaan pasien dalam situasi darurat dan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Saksikan Launching Penerimaan Mahasiswa Baru UMJ Tahun Akademik 2025/2026