FK UM Palembang Gelar Kuliah Umum Bahas Evolusi Medication Safety di Era Healthcare 5.0
TVMU.TV - Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang (FK UM Palembang) menyelenggarakan kuliah umum dengan mengangkat topik strategis mengenai keselamatan penggunaan obat (medication safety).
Acara yang menghadirkan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., sebagai pembicara ini digelar di Aula Gedung KH. Faqih Usman, Senin (26/1/2026).
Dalam paparannya, Dr. Salmah menjelaskan bahwa konsep medication safety telah berevolusi dari sekadar urusan teknis menjadi tanggung jawab kolektif seluruh tenaga kesehatan. Saat ini, keamanan obat mencakup seluruh rantai penggunaan (medication use safety), dari peresepan, transkripsi, hingga pemantauan efek terapi.
“Contoh kasus pasien gagal jantung yang tetap mengonsumsi ibuprofen di rumah menunjukkan bagaimana interaksi obat yang luput terdata dapat berujung pada gagal ginjal akut situasi yang bisa dicegah lewat wawancara dan koordinasi farmasis dengan dokter,” ungkap Salmah.
Kuliah ini menekankan pergeseran paradigma, di mana kesalahan pengobatan dilihat sebagai kegagalan sistem, bukan individu. Dampaknya bersifat triad: membahayakan pasien, menyebabkan stres dan risiko litigasi bagi tenaga kesehatan, serta menambah beban biaya sistem.
Secara khusus, Dr. Salmah menyoroti transformasi peran farmasis dari penyedia obat menjadi ahli terapi (medication therapy expert) yang terlibat langsung dalam keputusan klinis di samping tempat tidur pasien. Peran ini mencakup rekonsiliasi obat, pemeriksaan klinis (clinical check) untuk obat-obat kritis, hingga memastikan pemahaman pasien melalui teknik teach back.
“Lebih dari separuh pasien diketahui keliru menggunakan inhaler. Di sinilah farmasis berfungsi sebagai jembatan literasi kesehatan antara dokter dan pasien,” jelasnya.
Materi kuliah juga mengaitkan medication safety dengan perkembangan era Healthcare 5.0, yang menekankan kolaborasi manusia-mesin dan menuntut literasi digital serta kemampuan analisis data dari tenaga kesehatan masa depan.
Acara ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa FK UM Palembang tentang pentingnya kolaborasi lintas profesi. Kuliah ditutup dengan penegasan bahwa keselamatan pasien hanya dapat dicapai melalui tim kesehatan yang solid, terbuka, dan kolaboratif.