FKK UMJ Gelar Angkat Sumpah Dokter ke-61
TVMU.TV - Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) menggelar Angkat Sumpah Dokter ke-61 di Auditorium dr. Syafri Guricci, Lantai 5 FKK UMJ, Rabu (28/01/2026).
Sebanyak 43 lulusan Program Studi Profesi Dokter resmi diangkat sumpah oleh Dekan FKK UMJ Dr. dr. Tri Ariguntar Wikaning Tyas, Sp.Pk., didampingi rohaniawan Dr. Adi Mansah, LC., M.A.
Prosesi angkat sumpah tersebut menandai tahap akhir pendidikan profesi dokter sekaligus awal pengabdian para lulusan di dunia pelayanan kesehatan masyarakat.
Dekan FKK UMJ Dr. dr. Tri Ariguntar Wikaning Tyas, Sp.Pk., menegaskan bahwa kompetensi keilmuan saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan dunia kedokteran yang semakin kompetitif. Menurutnya, karakter dan sikap profesional menjadi pembeda utama seorang dokter.
“Ilmu yang dipelajari bisa saja sama, tetapi karakter dan attitude yang akan membedakan kalian dengan dokter lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya cara berkomunikasi dan memperlakukan pasien secara manusiawi, karena pasien bukan sekadar objek tindakan medis, melainkan individu yang harus dilayani dengan empati.
Dalam kesempatan tersebut, Tri turut menyampaikan capaian institusi dengan diperolehnya Surat Keputusan (SK) pendirian program pendidikan dokter spesialis, yakni Bedah, Penyakit Dalam, dan Rehabilitasi Medik. Ia berharap FKK UMJ dapat bermitra dengan pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah.
“Kami berharap para lulusan dapat mengabdi di kota maupun daerah terpencil. Selain itu juga bisa mengabdi di salah satu Amal Usaha Muhammadiyah juga terus dikembangkan untuk kemaslahatan umat,” tutupnya.
Ketua Program Studi Profesi Dokter FKK UMJ Dr. dr. Zainy Hamzah, Sp.BS., menekankan bahwa profesi dokter merupakan profesi jasa yang menuntut tanggung jawab tinggi dalam setiap tindakan medis.
“Alumni Muhammadiyah harus memiliki sikap yang lebih unggul karena UMJ memiliki nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai modal utama untuk bersaing,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para orang tua agar memberikan ruang bagi putra-putrinya untuk terus berkarya dan menimba pengalaman sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, khususnya bagi lulusan yang berencana melanjutkan pendidikan dokter spesialis.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMJ Prof. Dr. Muhammad Hadi, S.KM., M.Kep., menyampaikan bahwa perjalanan menjadi dokter merupakan proses panjang yang penuh tantangan. Ia menilai kemampuan menjaga etika dan sikap profesional menjadi kunci utama dalam menghadapi dunia kerja saat ini.
“Kebahagiaan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk merancang masa depan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dengan bertugas di daerah terpencil,” ujarnya.
Perwakilan lulusan, dr. Kania Hoerunnisa, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan pendidikan yang telah dilalui bersama rekan-rekannya. Ia menyebut jas putih yang dikenakan bukan sekadar simbol kelulusan, melainkan wujud doa dan harapan orang tua.
“Sumpah dokter bukanlah akhir, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi dokter yang amanah dan mengedepankan hati nurani,” ujarnya.
Pada Angkat Sumpah Dokter ke-61 ini, dr. Kania Hoerunnisa juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi 3,79. Kegiatan tersebut mengusung tema Medicine Is the Art of Caring and Humanities dan turut dihadiri Badan Pembina Harian (BPH) UMJ Drs. Ateng dan Drs. Nandi Rahman.