Game VR Edukasi Herbal Karya Mahasiswa UMS-Australia Sabet Medali Emas di Ajang Inovasi Seoul

Game VR Edukasi Herbal Karya Mahasiswa UMS-Australia Sabet Medali Emas di Ajang Inovasi Seoul
UMS dan tiga universitas terkemuka Australia berhasil menyabet Gold Medal serta Special Award dari Vietnam Fund for Supporting Technology Creations (VIFOTEC) di Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025 di Korea Selatan, 3–6 Desember lalu. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Prestasi internasional gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Sebuah tim kolaborasi internasional yang terdiri dari mahasiswa UMS dan tiga universitas terkemuka Australia berhasil menyabet Gold Medal serta Special Award dari Vietnam Fund for Supporting Technology Creations (VIFOTEC) di Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025 di Korea Selatan, 3–6 Desember lalu.

Untuk diketahui, SIIF merupakan salah satu pameran inovasi terbesar di dunia, yang mempertemukan ratusan inovator dari berbagai negara. Tim yang diketuai Vio Arvendha (UMS) dan beranggotakan Muhammad Isnani K (UMS), serta mahasiswa dari University of Queensland, Monash University, dan University of Melbourne ini, menghadirkan inovasi yang mengangkat kearifan lokal Indonesia.

“Kerja sama dengan teman-teman dari Australia memberikan banyak pelajaran berharga, terutama tentang disiplin, komunikasi, dan kreativitas. Prestasi ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berkembang,” kata Muhammad Isnani, Senin (29/12).

Inovasi yang diberi nama “HerbsWise: Immersive Journey of Indonesian Medicinal Plants Wisdom” ini merupakan platform edukasi kesehatan berbasis Virtual Reality (VR). Aplikasi ini dirancang untuk mengenalkan kekayaan tanaman herbal Indonesia secara interaktif dan imersif, sekaligus mengedukasi pencegahan penyakit tidak menular seperti diabetes.

Isnani menjelaskan, aplikasi ini memiliki tiga menu utama. Dua menu pertama berupa petualangan interaktif layaknya game, di mana pengguna menjelajahi ladang virtual berisi jahe, kunyit, temulawak, dan tanaman obat lainnya, lengkap dengan kuis. Pengguna kemudian diberi misi meracik ramuan herbal untuk menyembuhkan pasien virtual.

“Setelah menyelesaikan eksplorasi tanaman herbal, pengguna akan melanjutkan ke misi kedua, yaitu menyembuhkan seorang ibu yang sakit menggunakan ramuan herbal yang diracik dari tanaman di ladang. Salah satu contoh kasus yang diangkat adalah pengobatan penyakit diabetes melitus menggunakan tanaman kumis kucing,” jelas Isnani.

Menu ketiga adalah museum virtual yang menyajikan informasi lengkap tentang berbagai tanaman obat, mulai dari bentuk, manfaat, hingga kandungannya.

Latar belakang inovasi ini adalah potensi besar Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, namun dengan tantangan tingginya angka penyakit tidak menular. HerbsWise bertujuan meningkatkan literasi kesehatan, khususnya di kalangan remaja pedesaan.

Ke depan, aplikasi ini akan diimplementasikan langsung di masyarakat melalui program pemberdayaan desa bersama Desamind Indonesia, dimulai dari Desa Cipaku. Tidak hanya edukasi, remaja juga akan diajarkan budidaya dan pengolahan herbal hingga tahap hilirisasi produk, seperti kolaborasi dengan brand minuman herbal Rizolatte.

Kintan Nur R dari University of Queensland mengapresasi sinergi tim ini.

“Sangat senang dan bangga dapat bekerja sama dengan mahasiswa UMS. Meski waktu singkat dan berbeda benua, proyek ini tetap berjalan dengan baik,” tuturnya.

Dosen pembimbing, Hardika Dwi Hermawan menekankan bahwa prestasi ini adalah buah dari dukungan sistemik kampus.

“Kurikulum adaptif, fasilitas riset, serta kesempatan kolaborasi internasional menjadi fondasi penting. Prestasi ini membuktikan bahwa kolaborasi dan kerja keras dapat membawa mahasiswa kita ke level internasional,” tandasnya.

Kemenangan ini semakin memperkuat posisi UMS dalam mencetak talenta global yang mampu menjawab tantangan masa depan dengan solusi inovatif berbasis teknologi dan kearifan lokal.