Garuda Indonesia Siap Layani Penerbangan Haji 2026, Fokus pada Keamanan dan Layanan Jemaah Lansia

Garuda Indonesia Siap Layani Penerbangan Haji 2026, Fokus pada Keamanan dan Layanan Jemaah Lansia
Garuda Indonesia menyatakan kesiapan penuh dalam melayani operasional penerbangan haji 1447 H/2026 M yang dijadwalkan mulai 21 April 2026. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Maskapai Garuda Indonesia menyatakan kesiapan penuh dalam melayani operasional penerbangan haji 1447 H/2026 M yang dijadwalkan mulai 21 April 2026. Kesiapan tersebut mencakup aspek keselamatan penerbangan, keandalan armada, serta penguatan layanan ramah lansia seiring meningkatnya jumlah jemaah lanjut usia tahun ini.

Sebagai maskapai nasional yang telah melayani penerbangan haji selama puluhan tahun, Garuda Indonesia memastikan seluruh proses operasional berjalan terintegrasi, mulai dari kesiapan armada, awak pesawat, layanan darat, hingga pengalaman penerbangan yang aman dan nyaman bagi jemaah.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menegaskan bahwa kepercayaan untuk kembali mengangkut jemaah haji merupakan amanah besar yang dijalankan dengan komitmen tinggi.

“Merupakan kehormatan bagi Garuda Indonesia untuk kembali menjadi mitra perjalanan ibadah bagi jemaah haji Indonesia. Kepercayaan ini kami jawab melalui penguatan kesiapan operasional secara end-to-end, dengan memastikan seluruh aspek safety, keandalan armada, serta kualitas layanan berjalan optimal di setiap titik perjalanan jemaah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, seperti dikutip tvMu, Kamis (16/4).

Untuk musim haji tahun ini, Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar yang terdiri dari 8 armada milik sendiri dan 7 pesawat sewa. Armada tersebut mencakup enam Boeing 777-300ER, enam Airbus A330-300, dan tiga Airbus A330-900neo yang telah melalui prosedur perawatan ketat serta memenuhi sertifikasi otoritas penerbangan Arab Saudi.

Garuda Indonesia juga menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat, terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta didukung 139 petugas darat haji untuk memastikan kelancaran operasional di seluruh embarkasi.

Pada tahun ini, maskapai akan melayani sedikitnya 102.502 jemaah yang tergabung dalam 278 kelompok terbang dari 10 embarkasi, yakni Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok. Keberangkatan perdana dijadwalkan dari embarkasi Yogyakarta pada 21 April 2026 pukul 23.40 WIB dengan penerbangan GA 6501.

Fase keberangkatan berlangsung hingga 21 Mei 2026, dengan tujuan Madinah pada 21 April hingga 6 Mei dan Jeddah pada 7 hingga 21 Mei. Sementara pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026.

Seiring meningkatnya jumlah jemaah lansia yang mencapai sekitar 18 persen atau sekitar 18 ribu orang, Garuda Indonesia memperkuat layanan khusus, mulai dari asistensi mobilitas hingga peningkatan peran awak kabin selama penerbangan.

“Kami menghadirkan layanan yang lebih adaptif dan inklusif, mulai dari asistensi mobilitas di darat dan udara, hingga penguatan peran awak kabin dalam memastikan kenyamanan jemaah,” lanjut Glenny.

Fasilitas tambahan yang disiapkan antara lain kursi roda di embarkasi, ambulift di Jakarta dan Solo, bus jemaah dengan fasilitas toilet, layanan bagasi khusus, hingga buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz. Selama penerbangan, jemaah juga mendapatkan layanan konsumsi dua kali makan utama dan satu kali makanan ringan, serta fasilitas hiburan di dalam pesawat.

Glenny menambahkan bahwa keberhasilan operasional haji merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, otoritas kebandarudaraan, hingga seluruh lini operasional maskapai.

“Keberhasilan operasional haji merupakan hasil dari kolaborasi erat lintas ekosistem. Sinergi ini menjadi fondasi utama kami dalam memastikan mandat besar negara ini dapat dijalankan secara optimal,” tutupnya.