Haedar Nashir Apresiasi Launching 24 PPDS PTMA, Tekankan Tanggung Jawab Kelembagaan
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi perkembangan baru Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) melalui peluncuran 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Apresiasi tersebut disampaikan Haedar secara daring pada Jumat (13/2) dalam acara Launching 24 PPDS di PTMA yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto.
Dalam kesempatan itu, Haedar juga menyampaikan terima kasih kepada Kemendiktisaintek RI yang telah memberikan izin pendirian PPDS di 24 PTMA, serta mengapresiasi peran Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.
“Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentu berharap bahwa peluncuran ini bukan sekadar sebagai sebuah proses seremonial, tetapi lebih dari itu merupakan satu tanggung jawab yang penting secara kelembagaan,” katanya.
Haedar menegaskan, izin operasional PPDS yang diperoleh 24 PTMA harus dijadikan momentum untuk menghadirkan program unggulan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Ia meminta PTMA yang telah mendapatkan izin tidak hanya menjadikan PPDS sebagai tonggak awal, namun juga mampu menghadirkan kualitas pendidikan yang spesifik serta memperkuat posisi PTMA sebagai perguruan tinggi berkemajuan.
“Setelah memperoleh izin operasional, maka jadikan program ini menjadi program unggulan yang tentu prosesnya tidak mudah. Tetapi saya yakin bahwa para pimpinan PTMA yang telah memperoleh izin ini akan dapat menjalankan tugas dan kewajiban,” imbuhnya.
Menurut Haedar, sebagai program rintisan, penyelenggaraan PPDS di lingkungan PTMA akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Namun, ia optimistis program tersebut dapat berjalan dengan baik jika dilaksanakan dengan kesungguhan dan komitmen kelembagaan.
“Bersamaan dengan itu tentu kami berharap juga seluruh PTMA yang belum memperoleh program pendidikan dokter spesialis untuk juga mengusahakan sehingga dapat memperoleh izin di periode berikutnya,” harap Haedar.
Lebih lanjut, Haedar menilai peluncuran 24 PPDS ini juga menjadi pembuktian kepada publik bahwa PTMA mampu mengembangkan pendidikan kedokteran spesialis yang unggul dan terpercaya.
Ia menegaskan, jika program ini berhasil dijalankan dengan baik, maka ke depan masyarakat akan semakin menaruh kepercayaan ketika PPDS dibuka di PTMA lainnya.
“Oleh karena itu, launching PPDS di 24 PTMA ini menjadi pembuktian sebab untuk publik. Jika ini berhasil, maka ke depannya jika ada PPDS di PTMA lain, publik sudah menaruh kepercayaan bahwa ini adalah PPDS yang unggul berkualitas,” pungkasnya.