Haedar Nashir: IPM Harus Jadi Rajawali Pembaharu, Bergerak untuk Kemajuan Umat dan Bangsa

Haedar Nashir: IPM Harus Jadi Rajawali Pembaharu, Bergerak untuk Kemajuan Umat dan Bangsa
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Muktamar XXIV IPM di Balai Sidang Unismuh Makassar, Jumat (6/2/2026). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan peran strategis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai organisasi pembaharu yang harus membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

Amanat ini disampaikannya dalam pembukaan Muktamar ke-XXIV Pimpinan Pusat IPM di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (6/2).

Haedar yang juga mengaku sebagai alumni IPM, menceritakan perjalanan panjangnya di organisasi ini, mulai dari anggota IPM SMA Negeri 10 Bandung (1975-1977) hingga menjadi pimpinan di tingkat pusat. Ia menyebut bahwa seluruh organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah adalah rumah besar yang melebur menjadi kekuatan Persyarikatan.

“Kita perlu bangga berada dan menjadi penggerak Muhammadiyah. Dalam usia 113 tahun kita telah bergerak di seluruh sudut tanah air, sampai pelosok 3T,” ujar Haedar.

Ia juga menyebut kontribusi Muhammadiyah di tingkat global, seperti sekolah di Australia, universitas di Malaysia, dan puluhan perwakilan di luar negeri.

Menyoroti semboyan IPM “Nuun wal qolami wa maa yasthuruun”, Haedar menjelaskan makna spiritual di baliknya.

“Nuun adalah simbol kerahasiaan, membuka setiap ayat yang hanya Allah yang tahu,” ujarnya.

Dia pun menekankan bahwa segala kemajuan akan hampa jika tidak dilandasi iman, amal, takwa, dan tauhid.

Haedar memberikan tiga pesan utama kepada kader IPM. Pertama, pentingnya tradisi ilmu, berpikir kritis, dan jiwa pembaharuan.

“Kalian jangan bertindak, berbuat, berkata, dan bergerak tanpa ilmu. Indonesia emas, Indonesia jaya, akan betul-betul menjadi emas dan menjadi jaya jika ada tradisi ilmu, tradisi berpikir, dan tradisi pembaharuan,” tegasnya.

Kedua, seluruh potensi tersebut harus diarahkan untuk berkhidmat membangun umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta dengan semangat rahmatan lil 'alamin.

Di akhir amanatnya, Haedar mendorong kader muda IPM untuk menjadi “Dahlan Muda” yang membawa perubahan.

“Pembaharu ibarat burung rajawali yang selalu terbang tinggi dan tak pernah mencari tempatnya sendiri, yang dia hinggap di setiap tempat untuk mengalirkan api perubahan dan kemajuan umat bangsa dan kemanusiaan semesta. Itulah harapan kami kepada IPM,” katanya.