Haedar Nashir: Masa Depan Bangsa Ditentukan Imajinasi, Inovasi, dan Kepemimpinan Progresif
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa masa depan sebuah bangsa tidak lahir secara alamiah, melainkan dibentuk melalui imajinasi dan inovasi yang progresif. Menurutnya, arah masa depan sangat ditentukan oleh cara berpikir para pemimpin dan seluruh elemen bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Haedar Nashir saat memberikan amanah dalam acara Launching Program Kedokteran dan Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kamis (8/1).
“Jadi, kalau sebuah bangsa dan para pemimpin bangsa ingin membangun masa depan, pikirannya harus imajinatif dan progresif. Dan itu bisa dibangun,” ujar Haedar.
Haedar mengakui Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya. Namun, kekayaan tersebut memerlukan tata kelola yang lebih baik agar mampu menjawab berbagai persoalan struktural yang masih dihadapi.
“Progressivity yang berkelanjutan memerlukan progresif leadership. Itu yang diperlukan Indonesia,” katanya.
Ia mencontohkan sektor sumber daya manusia. Indonesia, menurut Haedar, memiliki banyak dokter dan tenaga ahli di berbagai bidang. Namun, mentalitas feodalistik yang masih bertahan dinilai menjadi penghambat kemajuan dan harus diubah melalui pendidikan.
“Pilarnya satu, pendidikan. Muhammadiyah konsen di sini, 113 tahun, kita meniscayakan pendidikan yang berkualitas. Dari PTMA sampai Dikdasmen, jangan di zona nyaman. Kalo kita di zona nyaman pasti kualitasnya tidak meningkat,” tegasnya.
“Kita harus memiliki orientasi ke depan,” sambung Haedar.
Selain pendidikan dan kesehatan, Haedar juga menyinggung penguatan sektor ekonomi sebagai bagian dari agenda strategis Muhammadiyah. Ia menilai Muhammadiyah memiliki kultur kewirausahaan yang kuat sejak awal berdirinya, ketika para penggeraknya berasal dari kalangan pedagang batik.
“Orang Muhammadiyah harus juga berorientasi bahwa ekonomi bagian dari muamalah. Muamalah adalah bagian dari ajaran Islam. Bukan menjauhi dunia, tapi olah dunia dengan cara yang baik, bil ikhsan. Membangun tanpa merusak,” jelasnya.
Dalam konteks masa depan, Haedar menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi. Menurutnya, bangsa yang menguasai teknologi akan memiliki posisi strategis dalam percaturan global.
“Ini pola pikir yang harus kita bangun berdasarkan ajaran agama kita,” pungkasnya.