Hajriyanto Thohari: Makna Pahlawan Perlu Dimaknai Ulang di Era Modern
TVMU.TV - Dalam Pengajian Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang digelar Jumat malam (14/11), antropolog Muhammadiyah Hajriyanto Y. Thohari menyampaikan perlunya redefinisi terhadap istilah pahlawan dan kepahlawanan di era modern.
Dia menilai bahwa makna pahlawan selama ini terlalu sering dikaitkan dengan konteks peperangan, padahal cakupannya jauh lebih luas.
“Tidak seperti kebanyakan dipersepsikan orang kalau namanya pahlawan itu lebih besar kaitannya dengan perang,” ujar Hajriyanto.
Menurutnya, pahlawan adalah mereka yang berani berkorban serta memperjuangkan kebenaran yang diyakini, terlepas dari bidang kehidupan yang digeluti. Karena itu, kepahlawanan tidak semata-mata terikat pada figur historis atau gelar formal, melainkan pada tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa pahlawan bukan hanya mereka yang telah wafat. Dalam konteks kekinian, istilah tersebut bisa disematkan kepada orang-orang yang hidup dan berkontribusi signifikan bagi bangsa. Salah satu contohnya adalah istilah “pahlawan devisa” yang diberikan kepada para pekerja migran dan pelaku industri pariwisata.
“Karena itu jangan hanya pekerja migran saja, mereka yang mengembangkan turisme itu juga layak disebut pahlawan devisa,” ujarnya.
Hajriyanto mendorong Muhammadiyah agar turut membangun spirit kepahlawanan di tengah dinamika zaman. Menurutnya, keberanian menyuarakan dan menegakkan kebenaran harus terus ditanamkan kepada para kader sebagai bagian dari karakter sosial yang berkemajuan.
“Karena itu Muhammadiyah memang perlu mendidik kader-kadernya supaya berani menegakkan kebenaran, menyuarakan kebenaran dan sebagainya,” pungkasnya.