IBM Bekasi Resmi Jadi Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang
TVMU.TV - Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi resmi mencatat lembaran baru dengan bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang (UMBK), Selasa (30/12).
Peluncuran resmi digelar bersamaan dengan acara Wisuda ke-6 dan terakhir di bawah nama IBM Bekasi, di Grand Krakatau Ballroom, Jakarta.
Badan Pengurus Harian (BPH) UMBK, Masyitoh Chusnan, menyatakan bahwa transformasi ini mencerminkan semangat Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan dan perubahan.
“Muhammadiyah terus berubah – untuk terus meningkat, mencerahkan anak bangsa,” katanya. Ia berharap UMBK kelak dapat menjadi wadah penyuplai calon pemimpin bangsa dan menjaga marwah gerakan Persyarikatan.
Momen ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang turut memberikan ucapan selamat. Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, menegaskan bahwa wisuda ke-6 ini menjadi penanda akhir yang membanggakan bagi IBM Bekasi.
“Ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah komitmen untuk mendirikan pendidikan berkualitas. Muhammadiyah ingin selalu memberikan majelis-majelis ilmu yang terbaik, yang memungkinkan semua orang dapat belajar di dalamnya,” kata Muttaqin.
Rektor UMBK, Jaenudin, mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjelaskan garis waktu transformasi ini. Meski launching dilakukan di akhir Desember, Surat Keputusan (SK) perubahan bentuk dari LLDIKTI Wilayah 4 telah diterima sejak 7 Oktober 2025.
“Setelah proses pemberkasan wisuda dan dokumen migrasi data dari IBM Bekasi ke UMBK selesai, kami mohon izin kepada bapak LLDIKTI 4, kami akan mengajukan pemindahan domisili kampus yang sekarang berlokasi di Kota Bekasi, kami pindah ke Kabupaten Karawang,” tutur Jaenudin.
Proses perpindahan tersebut akan didukung dengan pembangunan kampus baru setinggi empat lantai di Kabupaten Karawang, yang groundbreaking-nya telah dilaksanakan pada 20 Desember 2025 dengan target selesai awal September 2026.
Dengan demikian, transformasi ini bukan hanya perubahan nama, melainkan langkah strategis untuk memperluas layanan dan dampak pendidikan tinggi Muhammadiyah di wilayah Bekasi dan Karawang.