Irwan Akib Dorong Generasi Muda Muhammadiyah Songsong Indonesia Emas 2045
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Irwan Akib mendorong kader Muhammadiyah, khususnya generasi muda, memanfaatkan kemerdekaan sebagai momentum untuk mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan masa depan Indonesia membutuhkan kolaborasi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemampuan merawat keberagaman melalui seni dan budaya.
Pesan tersebut disampaikan Irwan saat membuka Moehi National Competition (MONACO) #11 Tahun 2026 di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Kamis (20/8/2026).
Irwan mengibaratkan kemerdekaan sebagai jembatan yang harus dilalui generasi bangsa untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045. Karena itu, kader Muhammadiyah dinilai perlu mengambil peran dalam proses tersebut melalui kemampuan akademik, kreativitas, inovasi, serta penguatan karakter.
Menurut Irwan, upaya menuju Indonesia Emas 2045 tidak dapat dilakukan secara sepihak. Kolaborasi berbagai elemen masyarakat menjadi kunci agar potensi Indonesia dapat dikembangkan secara optimal.
Ia juga mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seni, budaya, dan keberagaman dinilai perlu mendapatkan perhatian karena menjadi bagian penting dari identitas bangsa.
“Indonesia ini kaya dengan budaya, adat istiadat, bahasa dan sebagainya, sehingga kita punya moto Bhinekka Tunggal Ika. Kalau keragaman, kebhinekaan kita rawat sedemikian rupa dengan kolaborasi yang apik, maka kita optimis Indonesia mampu menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Sebaliknya, Irwan menilai cita-cita Indonesia Emas akan menghadapi tantangan apabila keberagaman tidak dirawat dan potensinya tidak dikembangkan.
Karena itu, ia mendorong penyelenggara MONACO #11 memperluas kolaborasi hingga tingkat nasional. Menurutnya, ajang kompetisi pelajar dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai latar belakang generasi muda sekaligus memperkuat kebinekaan.
MONACO Jadi Ruang Kreasi Generasi Muda
Guru Besar Pendidikan Matematika tersebut berharap MONACO #11 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, sekaligus mewujudkan gagasan dan mimpi mereka.
“Ketika para generasi muda kita mampu berkreasi, berinovasi dengan baik maka saya yakin ke depan kita bisa meraih Indonesia Emas itu,” katanya.
MONACO #11 Tahun 2026 merupakan kompetisi pelajar berskala nasional yang memadukan prestasi, kreativitas, sportivitas, dan persahabatan.
Tahun ini, sebanyak 2.064 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kompetisi tersebut. Mereka berkompetisi dalam 20 bidang lomba, mulai dari Olimpiade IPA, Olimpiade IPS, Olimpiade Matematika, Cipta Puisi, Storytelling, Speech Contest, hingga Basketball.
Kompetisi lainnya meliputi Poster Digital, Fotografi, Dai Muda, CCAI, MHQ, MTQ, Esai, Tapak Suci Fighting, Tapak Suci Seni Tunggal, Tapak Suci Seni Ganda, Mobile Legends, Free Fire, dan Solo Vocal.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Herynugroho, mengatakan MONACO memiliki nilai pendidikan karena proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas.
Menurutnya, kompetisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi peserta untuk mengukur kemampuan, mengembangkan potensi, serta membangun persahabatan dengan pelajar dari berbagai daerah.
Dengan mempertemukan ribuan pelajar dalam satu ajang, MONACO #11 tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga ruang perjumpaan generasi muda Indonesia. Semangat tersebut sejalan dengan pesan PP Muhammadiyah agar generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu merawat keberagaman, berkolaborasi, dan menghasilkan inovasi untuk masa depan bangsa.