Irwan Akib Ingatkan Pentingnya Toleransi Sejati pada Peringatan Sumpah Pemuda ke-97

Irwan Akib Ingatkan Pentingnya Toleransi Sejati pada Peringatan Sumpah Pemuda ke-97
Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib menyampaikan refleksi mendalam dalam peringatan Sumpah Pemuda ke-97. Menurutnya, semangat persatuan yang dicetuskan dalam Kongres Pemuda II tahun 1928 tetap relevan dalam konteks kekinian, terutama dalam menghadapi tantangan intoleransi dan ego sektoral.

"Ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928 menghasilkan tiga kesepakatan fundamental: bertumpah darah yang satu, berbangsa yang satu, dan menjunjung bahasa persatuan," kata Irwan dalam keterangannya, Selasa (28/10).

Irwan menekankan bahwa kebhinekaan hanya dapat bertahan dengan pengembangan kultur toleransi yang sejati.

Mengutip pemikiran almarhum Buya Syafii Maarif, ia menjelaskan: "Kebhinekaan hanya bisa bertahan lama manakala kita semua mengembangkan kultur toleransi yang sejati, bukan toleransi karena terpaksa atau toleransi yang dibungkus dalam kepura-puraan."

Dalam konteks kekinian, Irwan menyoroti fenomena intoleransi yang masih terjadi. Menurutnya, tak sedikit teriakan "NKRI harga mati" justru disertai sikap intoleran yang menganggap kelompok lain hanya sebagai "penumpang" di negeri sendiri.

"Momen peringatan Sumpah Pemuda ini perlu menjadi bahan renungan bagi kita semua, khususnya para pemuda," tegas Irwan, seraya mengajak generasi muda untuk bergerak dengan ilmu dan semangat persatuan tanpa mengabaikan kehadiran kelompok lainnya.

Selain itu, Irwan juga menyampaikan kriteria pemimpin ideal di masa depan.

"Seorang pemimpin itu tidak berpikir untuk kepentingan pribadi, keluarga dan kelompoknya, tetapi pemimpin adalah yang hadir untuk kepentingan rakyat," pungkasnya, menekankan pentingnya figur pemimpin yang mampu melepas "baju kebesaran partai" dan menggantinya dengan "baju kebesaran Indonesia Raya".

Refleksi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan dalam keragaman menuju Indonesia Emas 2045.