Izzul Muslimin Minta Warga Muhammadiyah Tenang, Hindari Sikap Mudah Marah
TVMU.TV - Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, menegaskan bahwa warga Muhammadiyah harus mengedepankan sikap tenang dan tidak mudah marah dalam merespons berbagai situasi.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Cabang Cipondoh, Kota Tangerang, Ahad (5/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Izzul mengingatkan bahwa nilai utama yang diajarkan Muhammadiyah adalah kegembiraan dan ketenangan, bukan kemarahan yang berlebihan. Ia menilai, sikap mudah tersinggung dan cepat emosi tidak sejalan dengan jati diri Muhammadiyah.
“Yang tidak diperbolehkan adalah orang yang pemarah. Sedikit-sedikit marah, ini yang tidak diperbolehkan. Gampang tersinggung, gampang naik pitam,” kata Izzul.
Ia menjelaskan, marah dalam batas wajar masih diperbolehkan, namun tidak boleh menjadi karakter yang melekat dalam diri seseorang. Menurutnya, sikap lemah lembut justru menjadi kunci dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.
Izzul juga menekankan pentingnya menerapkan sikap tersebut dalam kehidupan rumah tangga. Ia menilai, keharmonisan keluarga tidak dapat dibangun dengan emosi, melainkan dengan kelembutan dan pengendalian diri.
Selain itu, ia mengajak warga Muhammadiyah untuk membiasakan saling memberi dan meminta maaf, tidak hanya pada momentum Idulfitri, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sikap saling memaafkan merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan antarsesama manusia sekaligus memperbaiki hubungan dengan Tuhan.
Dia menambahkan, konsep saling memaafkan harus dipahami dalam konteks sosial, bukan untuk mengabaikan kewajiban, terutama dalam urusan ekonomi atau utang-piutang.
“Maaf di sini hubungan sosial, tapi untuk urusan bisnis kewajiban kita harus menyelesaikan. Kecuali yang bersangkutan menyampaikan kepada kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Izzul menyebut bahwa salah satu indikator ketakwaan pasca-Ramadan adalah meningkatnya kepedulian sosial, termasuk semangat untuk berinfak dan bersedekah. Nilai tersebut, menurutnya, perlu terus dijaga sebagai bagian dari karakter warga Muhammadiyah.
Melalui momentum Syawal, ia berharap warga Muhammadiyah dapat memperkuat akhlak, menjaga ketenangan, serta meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.