Salmah Orbayinah: Pemimpin Perempuan Berkemajuan Harus Siap Menjawab Tantangan Zaman
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., menegaskan bahwa pemimpin perempuan berkemajuan harus memiliki integritas, visi yang kuat, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Regional Sulawesi di Gedung Serbaguna ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Salmah, tantangan yang semakin kompleks menuntut kader perempuan tidak hanya memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga fondasi spiritual yang kokoh, kemampuan komunikasi yang baik, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Pemimpin ‘Aisyiyah ke depan tidak cukup hanya memiliki kompetensi dasar, tetapi juga harus memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” katanya.
Pelatihan yang berlangsung hingga 1 Juni 2026 itu mengangkat tema “Mewujudkan Kepemimpinan Kader Berkemajuan yang Berintegritas, Visioner, dan Menggerakkan Umat”. Kegiatan tersebut diikuti pimpinan wilayah ‘Aisyiyah regional Sulawesi, pimpinan daerah ‘Aisyiyah se-Sulawesi Selatan, serta kader perempuan yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan Persyarikatan dan bangsa.
Dalam paparannya, Salmah menjadikan Nabi Ibrahim AS sebagai teladan kepemimpinan yang relevan bagi perempuan berkemajuan. Menurutnya, Nabi Ibrahim menunjukkan integritas yang tinggi, visi yang jelas, keberanian dalam mengambil keputusan, kemampuan membangun komunikasi, serta keteguhan dalam mempertahankan nilai-nilai tauhid.
Ia mencontohkan dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai bentuk kepemimpinan yang mengedepankan musyawarah dan penghargaan terhadap orang lain dalam proses pengambilan keputusan.
“Seorang pemimpin tidak boleh melaksanakan sesuatu tanpa pernah berdiskusi dengan yang lain. Ini contoh kepemimpinan yang komunikatif,” ujarnya.
Salmah menambahkan bahwa setiap pemimpin akan menghadapi berbagai ujian dan tantangan. Karena itu, pemimpin dituntut mampu membedakan antara yang benar dan yang salah, berani mengambil keputusan yang tepat meskipun tidak selalu populer, serta menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan.
Dalam konteks gerakan ‘Aisyiyah, ia mengingatkan pentingnya menjadikan Risalah Perempuan Berkemajuan sebagai pedoman dalam menjalankan kepemimpinan. Menurutnya, tujuh karakter dan sepuluh komitmen perempuan berkemajuan harus menjadi landasan dalam membentuk kader yang mampu menjawab kebutuhan umat dan tantangan masa depan.
Salmah menjelaskan bahwa perempuan berkemajuan dituntut memiliki keimanan yang kuat, akhlak mulia, wawasan yang luas, keterbukaan terhadap perubahan, kepedulian sosial, serta kemampuan menghadirkan manfaat bagi masyarakat secara inklusif.
Selain itu, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dinilai menjadi kebutuhan penting di era digital. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi harus direspons dengan peningkatan kapasitas kader agar mampu menjalankan peran kepemimpinan secara efektif dan relevan.
Lebih lanjut, Salmah mengajak kader ‘Aisyiyah untuk terus memperkuat berbagai komitmen strategis organisasi, mulai dari penguatan keluarga, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, filantropi, perdamaian, kemandirian ekonomi, hingga kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan.
Menurutnya, berbagai bidang tersebut merupakan ruang pengabdian yang dapat dimanfaatkan kader perempuan untuk menghadirkan solusi dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Regional Sulawesi ini turut dihadiri unsur Majelis Pembinaan Kader PP ‘Aisyiyah, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, para fasilitator, serta peserta dari berbagai daerah di kawasan Sulawesi.
Melalui kegiatan ini, PP ‘Aisyiyah berharap lahir semakin banyak pemimpin perempuan yang berintegritas, visioner, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menggerakkan umat dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.