Jemaah Haji Mulai Padati Masjidil Haram, Akses Masuk Makkah Diperketat

Jemaah Haji Mulai Padati Masjidil Haram, Akses Masuk Makkah Diperketat
Jemaah haji Indonesia/ Foto: MCH 2026.

TVMU.TV - Jemaah haji dari berbagai negara mulai memadati Masjidil Haram, Kamis (23/4/2026) Waktu Arab Saudi. Kehadiran para jemaah menandai dimulainya pergerakan umat Islam dari berbagai penjuru dunia menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji 1447 Hijriah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jemaah yang telah memenuhi area Masjidil Haram antara lain berasal dari Bangladesh, India, Lebanon, serta sejumlah negara Arab lainnya.

Selain mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji, para jemaah juga terlihat menunaikan rangkaian umrah, mulai dari ihram, tawaf, sa’i, hingga tahallul. Suasana kawasan sekitar Ka’bah tampak ramai oleh aktivitas ibadah sejak pagi hingga malam hari.

Tidak hanya jemaah dewasa dan lanjut usia, sejumlah keluarga dari negara-negara Arab juga membawa anak-anak mereka mengikuti rangkaian ibadah umrah. Sebagian di antaranya tampak mengajak anak mendekati area Hajar Aswad.

Setelah menyelesaikan ibadah, sebagian jemaah memilih beristirahat di pelataran Masjidil Haram. Ada pula yang mengabadikan momen di sekitar Ka’bah.

Sementara itu, jemaah haji Indonesia hingga saat ini masih berada di Madinah. Di Makkah, baru petugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah yang telah bersiaga.

Sesuai skema penyelenggaraan haji, jemaah Indonesia gelombang pertama lebih dahulu berada di Madinah selama sekitar sembilan hari untuk melaksanakan ibadah Arbain sebelum bergerak menuju Makkah. Sementara itu, proses pemberangkatan jemaah dari Indonesia ke Tanah Suci masih berlangsung bertahap.

Pemerintah Arab Saudi juga mulai memperketat akses menuju Makkah. Setiap jemaah yang memasuki wilayah kota suci diwajibkan menunjukkan visa haji dan aplikasi Nusuk. Adapun warga lokal maupun mukimin harus memperlihatkan tasreh atau surat izin resmi untuk memasuki kawasan Tanah Haram.

“Tasreh-tasreh,” kata petugas keamanan Arab Saudi kepada jemaah lokal saat pemeriksaan akses.

Pengetatan tersebut dilakukan untuk mengatur arus kedatangan jemaah, menjaga ketertiban, serta memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji yang tahun ini diperkirakan kembali diikuti jutaan umat Islam dari berbagai negara. (Finny Auliany)