Karyawan PP Muhammadiyah Perlu Amanah dan Profesional

Karyawan PP Muhammadiyah Perlu Amanah dan Profesional
Mantan Kepala Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Jaenudin saat menjadi narasumber pada sesi Selayang Pandang Kepala Kantor dari Masa ke Masa dalam rangkaian kegiatan Baitul Arqam dan Family Gathering Karyawan PP Muhammadiyah, Jumat (26/12).

TVMU.TV - Mantan Kepala Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Jakarta, Jaenudin, menekankan pentingnya amanah, profesionalisme, dan semangat persaudaraan dalam bekerja.

Hal itu disampaikan Jenudin saat menjadi narasumber pada sesi Selayang Pandang Kepala Kantor dari Masa ke Masa dalam rangkaian kegiatan Baitul Arqam dan Family Gathering Karyawan PP Muhammadiyah, Jumat (26/12).

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi perjalanan kepemimpinan sekaligus penguatan nilai-nilai kerja Islami di lingkungan karyawan Kantor PP Muhammadiyah Jakarta.

Dalam pemaparannya, Jaenudin mengawali dengan mengingatkan makna amanah sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Ahzab ayat 72.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”

Menurut Jaenudin, ayat tersebut mengandung pesan kuat bahwa amanah, termasuk dalam mengelola organisasi dan institusi, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menyebutkan, dalam konteks pengelolaan lembaga seperti Muhammadiyah, terdapat dua sifat yang harus dihindari.

“Zdholim, maruk atau aji mumpung itu tidak boleh. Mengelola bumi, mengelola kantor itu tidak boleh sesuai pesan yang disampaikan dalam QS tadi. Sehingga munculnya ada saling tenggang rasa, saling menyemangati, bersaudara dan bersahabat,” ujarnya.

Selain itu, Jaenudin juga menyoroti pentingnya menghindari sifat jahil atau tidak mau belajar. Menurutnya, ketidakmampuan mengelola tugas akan menjauhkan seseorang dari profesionalisme.

“Jika karyawan itu tidak bisa mengelola sesuatu maka akan tertinggal dan jauh dari profesional,” katanya.

Ia kemudian berbagi pengalaman pribadi saat menjabat sebagai Kepala Kantor PP Muhammadiyah. Jaenudin mengaku pernah mengalami kebingungan ketika diminta menyiapkan presentasi saat agenda Tanwir.

“Sejarah saat saya menjadi kepala kantor, saat Tanwir saya diperintahkan untuk membuat PPT. Bingung dan ketidaktahuan, maka berdasarkan dari itu saya mulai belajar untuk hal itu,” tuturnya.

Menurut Jaenudin, tantangan profesionalisme saat ini seharusnya tidak lagi menjadi alasan untuk menolak tugas, mengingat perkembangan teknologi yang semakin memudahkan proses kerja.

Ia juga mengutip Surat Al-Mujadalah ayat 11 sebagai penguat pentingnya ilmu pengetahuan dalam meningkatkan derajat manusia.

“Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Dalam penutup pemaparannya, Jaenudin menegaskan bahwa profesionalisme harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebahagiaan dalam bekerja.

Dia merangkum pesan utamanya pada tiga hal mendasar, yakni memperkuat persaudaraan, menciptakan suasana kerja yang gembira, serta menumbuhkan semangat bekerja dengan bahagia sebagai bagian dari jiwa Kemuhammadiyahan.

Kegiatan Baitul Arqam dan Family Gathering ini diharapkan dapat memperkuat etos kerja, kebersamaan, serta komitmen karyawan PP Muhammadiyah Jakarta dalam menjalankan amanah organisasi secara profesional dan berintegritas.