Konsolidasi Nasional Milad ke-113, Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Soliditas dan Kerja Kolektif

Konsolidasi Nasional Milad ke-113, Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Soliditas dan Kerja Kolektif
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan pidato iftitah dalam Konsolidasi Nasional sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah di UM Bandung, Senin (17/11).

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Konsolidasi Nasional sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Senin (17/11).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus mengevaluasi perjalanan Muhammadiyah sebagai gerakan besar yang telah berusia lebih dari satu abad.

Dalam pidato iftitah, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menekankan pentingnya konsolidasi yang terstruktur untuk memastikan Muhammadiyah tetap solid di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang.

Haedar menjelaskan bahwa konsolidasi nasional selalu menjadi agenda utama Milad Muhammadiyah, meskipun tahun sebelumnya tidak digelar karena Milad digabung dengan Tanwir di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Meskipun komunikasi antara pimpinan pusat, wilayah, dan daerah berjalan intens, konsolidasi formal tetap diperlukan sebagai upaya memperkuat sistem organisasi.

“Kita bersyukur kepada Allah atas anugerah dan berkah-Nya sehingga Muhammadiyah terus tumbuh dan memperoleh banyak apresiasi positif dari masyarakat,” ujar Haedar.

Ia menyinggung meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah, termasuk banyaknya konten podcast yang menilai Muhammadiyah sebagai organisasi modern, sistematis, dan amanah. Haedar juga mengutip hasil survei Kompas yang menempatkan Muhammadiyah sebagai salah satu institusi paling dipercaya publik, berada di atas beberapa lembaga lainnya.

Namun, Haedar mengingatkan bahwa pengakuan publik tersebut harus menjadi bahan introspeksi. “Apakah benar apa yang dipersepsi publik itu sesuai dengan realitas yang kita jalani? Ini menjadi evaluasi bagi perjalanan Muhammadiyah yang sudah satu abad lebih,” katanya.

Haedar juga menyampaikan sejumlah capaian penting Muhammadiyah dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah lembaga, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB) yang disebut ingin memperkuat kolaborasi dengan Muhammadiyah.

Ia turut mengapresiasi kemajuan Muhammadiyah Australia College yang kini mendapat dukungan besar dari pemerintah Australia, baik untuk operasional maupun pembangunan fasilitas pendidikan.

Selain itu, Haedar menyebut pencapaian Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang telah terverifikasi oleh World Health Organization (WHO) sebagai tim medis darurat berstandar internasional pertama dari Indonesia.

Haedar juga mengutip pandangan Prof. Nakamura, peneliti senior asal Jepang yang menyoroti dua karakteristik utama Muhammadiyah: tumbuhnya kembali semangat wirausaha di lingkungan warga Muhammadiyah dan hadirnya prototipe muslim ideal dalam karakter warganya.

“Ini tentu menggembirakan, tetapi harus disikapi dengan rendah hati,” ujar Haedar.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pimpinan dan warga Muhammadiyah yang telah mencurahkan tenaga untuk kemajuan organisasi. Menurutnya, kepercayaan publik dan pemerintah merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh elemen persyarikatan.

Mengutip QS Ali Imran ayat 142, Haedar menegaskan pentingnya kerja keras dan kesabaran dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Kita tidak boleh puas diri apalagi larut dalam zona nyaman. Untuk meraih apa yang kita cita-citakan bersama, kita harus terus bekerja keras dan bersabar,” tuturnya.

Melalui konsolidasi nasional ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola organisasi, menjaga amanah publik, dan melangkah maju menuju era baru gerakan berkemajuan.