Lokakarya Nasional LDK PP Muhammadiyah Rumuskan Pedoman Dakwah Era Digital

Lokakarya Nasional LDK PP Muhammadiyah Rumuskan Pedoman Dakwah Era Digital
LDK PP Muhammadiyah menyelenggarakan Lokakarya Nasional Pedoman Dakwah Komunitas di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (11/10). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Suara semangat para dai dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Sabtu (11/10).

Mereka berkumpul dalam Lokakarya Nasional Pedoman Dakwah Komunitas yang digelar oleh LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebuah acara strategis untuk merumuskan arah baru dakwah yang relevan dengan tantangan zaman.

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, dalam sambutannya menyambut hangat kedatangan para peserta.

“Terima kasih kepada para dai komunitas dan pengurus LDK wilayah yang dengan semangat datang untuk bersama-sama merumuskan arah dakwah Muhammadiyah yang semakin berkemajuan,” ujarnya.

Arifin menegaskan bahwa lokakarya ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius untuk menyusun panduan operasional bagi para dai.
“Kita ingin ada keseragaman visi, tetapi tetap memberi ruang kreativitas bagi para dai dalam menggerakkan dakwah di komunitasnya masing-masing,” jelasnya.

Dukungan dari Parlemen dan Tantangan Era Digital

Lokakarya ini mendapat perhatian tinggi dari tokoh nasional. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, yang hadir sebagai narasumber, memberikan apresiasi terhadap pendekatan dakwah Muhammadiyah.

“Program LDK Muhammadiyah sangat tepat sasaran, karena tidak hanya berbicara di mimbar, tetapi juga turun langsung ke tengah umat yang membutuhkan,” ujarnya.

Eddy juga menyoroti transformasi dakwah di era digital, sebuah tantangan yang harus dijawab oleh para dai muda.

“Ini melahirkan kemudian tata cara kita berdakwah yang baru, karena mereka memiliki followers yang kuat dan media sosial yang kuat, sehingga kemudian mengubah cara berdakwah,” tuturnya.

Kolaborasi dengan BNN: Dai Jadi Garda Terdepan Perang Melawan Narkoba

Acara ini juga menghadirkan dimensi baru dakwah: perang melarang narkoba. Deputi Pencegahan BNN RI, Irjen Pol M. Zainul Muttaqien, menegaskan pentingnya peran aktif para dai.

“Permasalahan narkoba ini adalah masalah besar, masalah internasional. Karena itu, semua komponen masyarakat harus terlibat, terlebih para dai yang langsung hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Muchamad Arifin menyerahkan Display Sintetis Jenis Narkoba hasil karyanya kepada BNN. Alat peraga ini akan menjadi media edukasi strategis bagi para dai dalam melakukan pencegahan di tingkat akar rumput.

Visi Global dan Penutupan yang Menginspirasi

Lokakarya ditutup dengan pidato penuh semangat oleh Ketua PP Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim. Beliau mendorong agar dakwah para dai tidak berhenti di tingkat lokal, tetapi mampu menembus batas global.

“Saya berharap dakwah para dai LDK bisa mendunia. Dunia digital bisa menjadi mimbar baru bagi para dai Muhammadiyah untuk menyampaikan pesan Islam yang berkemajuan,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya berhasil menyepakati kerangka pedoman dakwah, tetapi juga memperkuat jaringan dan komitmen para dai komunitas sebagai ujung tombak gerakan pencerahan Muhammadiyah di tengah masyarakat.