LPPM UMP dan Pemuda Muhammadiyah Kembaran Gelar Pelatihan Manajemen Dakwah Digital
LPPM UMP dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kembaran menggelar Pelatihan Manajemen Dakwah Digital di Gedung FAI UMP, Ahad (3/8).
TVMU.TV - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kembaran menggelar Pelatihan Manajemen Dakwah Digital di Gedung Fakultas Agama Islam (FAI) UMP, Ahad (3/8).
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama yaitu Ustadzah Isti’anah, Alvin Qodri Lazuardy, dan Bayu Dwi Cahyono. Ketiganya memberikan sudut pandang yang saling melengkapi tentang strategi dakwah di era media sosial.
Dalam paparannya, Ustadzah Isti’anah menekankan bahwa ruang digital bukanlah ruang bebas nilai. Ia mengingatkan bahwa para da’i wajib menjaga adab ketika menyampaikan pesan keislaman secara daring.
“Jangan asal unggah. Dakwah di media sosial harus merujuk pada sumber Islam yang sahih, terutama hasil keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah,” ucapnya.
Ustadzah Isti’anah juga mendorong peserta agar tidak ragu menyuarakan kebenaran. Menurutnya, adab yang baik dan dalil yang kuat akan menjadi penopang utama dakwah yang bermartabat.
Pada kesempatan yang sama, Alvin Qodri Lazuardy membawakan materi dari sudut pandang fikih informasi. Dia memaparkan bahwa informasi dalam dakwah tidak sekadar menyampaikan pesan.
Alvin mengatakan, setidaknya ada enam fungsi utama informasi yang perlu dipahami oleh para pegiat dakwah yaitu taklim, tabligh, tanwir, tadzkir, tadrib, dan tanzhim. Menariknya, ia juga menambahkan satu fungsi strategis dalam dakwah digital, yakni wasilatu lil hiwar atau peran informasi sebagai jembatan dialog.
Lebih lanjut, Alvin memperkenalkan Panca Jiwa Dakwah Digital Muhammadiyah, yaitu lima karakter penting yang harus dimiliki setiap kader dakwah.
“Kita harus menjadi muaddib (pendidik akhlak), mujaddid (pembaharu), musaddid (penegas kebenaran), muwahhid (pemurni tauhid), dan mujahid (pejuang nilai),” jelasnya.
Sesi teknis yang tak kalah menarik dipandu oleh Bayu Dwi Cahyono. Ia mengajak peserta untuk membangun personal branding yang kuat sebagai dai digital. Menurutnya, keberhasilan dakwah di media sosial tak lepas dari konsistensi, penempatan posisi yang tepat, serta penyampaian konten yang berkualitas.
“Kalau ingin berdampak, kita harus tahu siapa audiens kita, apa yang mereka cari, dan bagaimana menyampaikannya tanpa kehilangan jati diri,” tegas Bayu.