Lazismu dan BEM Uhamka Galang Dana untuk Penyintas Gempa NTT
TVMU.TV - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Uhamka bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) menggalang dana kemanusiaan.
Penggalangan dana berlangsung pada 16–31 Agustus 2026. Dana yang terkumpul disalurkan melalui relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sikka untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 memang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. BNPB mencatat gempa berpusat di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Dampaknya dirasakan di sejumlah wilayah Flores dan mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, kerusakan bangunan, serta pengungsian.
Pada fase awal penanganan, BNPB mencatat ribuan warga harus mengungsi. Hingga 16 Agustus 2026, jumlah pengungsi tercatat mencapai 5.659 jiwa, terdiri atas 5.488 jiwa yang mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa yang mengungsi secara mandiri.
Bantuan Disalurkan melalui Relawan Muhammadiyah
Hasil penggalangan dana Lazismu Uhamka dan BEM Uhamka kemudian diarahkan kepada relawan MDMC UNIMOF yang bersama PDM Sikka membentuk tim respons untuk membantu masyarakat terdampak gempa.
Penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama telah dilaksanakan pada 19 Agustus 2026, sedangkan penyaluran tahap kedua direncanakan pada awal September 2026.
Bantuan tahap pertama diberikan dalam bentuk sembako dan kebutuhan dasar masyarakat, antara lain perlengkapan tidur serta perlengkapan mandi. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana.
Penyaluran melalui jejaring relawan Muhammadiyah juga menjadi strategi agar bantuan dari sivitas akademika Uhamka dapat diteruskan kepada masyarakat di wilayah terdampak melalui jaringan yang berada lebih dekat dengan lokasi bencana.
Sebelumnya, BNPB juga telah menyalurkan berbagai kebutuhan dasar ke sejumlah wilayah terdampak di NTT, termasuk Sikka. Bantuan pemerintah didistribusikan melalui jalur darat, laut, dan udara untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi untuk Respons Kemanusiaan
Penggalangan dana tersebut menjadi bentuk solidaritas sivitas akademika Uhamka terhadap masyarakat yang menghadapi dampak gempa bumi. Kolaborasi Lazismu dan BEM Uhamka sekaligus mempertemukan kekuatan lembaga filantropi kampus dengan gerakan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan.
Dukungan tersebut tidak berhenti pada pengumpulan dana. Penyaluran melalui MDMC UNIMOF dan PDM Sikka diarahkan agar bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan sesuai kondisi di lapangan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam respons bencana di lingkungan Muhammadiyah. Jejaring organisasi, lembaga filantropi, perguruan tinggi, mahasiswa, dan relawan menjadi modal penting untuk mempercepat dukungan bagi masyarakat terdampak.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, kegiatan tersebut dapat dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui penggalangan dan penyaluran bantuan tersebut, Lazismu Uhamka dan BEM Uhamka berupaya memastikan solidaritas dari lingkungan kampus dapat diteruskan menjadi dukungan nyata bagi masyarakat yang sedang menjalani masa pemulihan pascagempa NTT.