Magister Ilmu Komunikasi FISIP UMJ Gelar Seminar Nasional Bertajuk 'Politik Media Baru dalam Pemenangan Pemilu 2024'
Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UMJ menggelar Seminar Nasional bertajuk 'Politik Media Baru dalam Pemenangan Pemilu 2024' di Auditorium Kasman Singodimedjo, Selasa (9/1/24).
TVMU.TV - Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (Mikom FISIP UMJ) menggelar Seminar Nasional bertajuk 'Politik Media Baru dalam Pemenangan Pemilu 2024' di Auditorium Kasman Singodimedjo, Selasa (9/1/24).
Seminar ini menghadirkan akademisi hingga praktisi dalam dunia politik dan media yakni Wakil Dekan III FISIP UMJ Harmonis, Direktur Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media UIN Syarif Hidayatullah Deden Mauli, Kepala Divisi Sosial Media Republika Abdullah Sammy, dan Ketua Partai Demokrat Wilayah Bogor Friedrich M Rumintjap.
Ketua Program Studi Mikom FISIP UMJ, Aminah Swarnawati menyampaikan saat ini media sosial menjadi komoditi utama bagi Gen-Z dan Milenial dalam berinteraksi sosial. Maka dari itu, sebut dia, media sosial banyak dijadikan alat kampanye bagi aktor politik untuk mendapatkan suara.
“Fenomena itu, menjadi hal yang sangat penting untuk dibahas,” ucap Aminah.
Wakil Dekan III FISIP UMJ Harmonis dalam paparannya mengatakan, media memiliki kekuatan untuk membentuk opini, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap politik. Ia menyebutkan teori yang menggambarkan pengaruh media salah satunya, kultivasi effect. Teori itu menjelaskan bahwa pikiran hingga relasi masyarakat akan dipengaruhi oleh media yang dibaca.
Oleh karena itu, Harmonis menilai media sosial juga bisa menjadi pengaruh dalam menentukan pilihan. Di era digital ini, lanjutnya, strategi kampanye dengan menggunakan media sosial berpotensi efektif menjangkau konstituen. Menurut Harmonis, hal ini bisa dimanfaatkan untuk meyakinkan pemilih yang belum menentukan pilihan.
“Ketika bermain media sosial kita tidak bisa netral, pasti ada keberpihakan. Maka, kita harus cerdas dalam menggunakannya,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Media Sosial Republika Sammy, menjelaskan bagaimana media sosial berpengaruh terhadap Pemilu. Kemudian, ia mengaitkan dengan kasus di negara Filiphina yakni new media terbukti mempengaruhi kemenangan Bongbong Marcos.
“Dia menggunakan gimmick dan soft campaign untuk membangun citranya lewat media sosial,” jelasnya.
VIDEO: Launching Penerimaan Mahasiswa Baru UMJ