Mendikdasmen Tinjau Dapur MBG UMSU dan Persiapan Muktamar 49

Mendikdasmen Tinjau Dapur MBG UMSU dan Persiapan Muktamar 49
Mendikdasmen RI sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meninjau langsung dapur SPPG–MBG UMSU dan persiapan Muktamar Muhammadiyah 2027 di Kampus Terpadu UMSU, Deliserdang, Minggu (4/1). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meninjau langsung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Makanan Bergizi Gratis (SPPG–MBG) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sekaligus persiapan Muktamar Muhammadiyah 2027 di Kampus Terpadu UMSU, Deliserdang, Minggu (4/1/2026).

Peninjauan tersebut mencakup dapur MBG yang direncanakan mulai beroperasi pada 8 Januari 2025, serta pembangunan Auditorium Berkemajuan dan Sport Hall Walidah yang ditetapkan sebagai venue utama Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 2027.

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti mengapresiasi langkah UMSU yang dinilainya tidak hanya menyiapkan fasilitas fisik, tetapi juga membangun ekosistem pendukung program pemerintah secara konkret.

“Ini sudah beyond dari sekadar program. Yang dilakukan UMSU adalah kerja nyata—less talk, do more,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menilai keberadaan dapur MBG UMSU yang terintegrasi dengan pabrik roti, peternakan ayam, dan pengelolaan sayuran menjadi contoh pengembangan program gizi yang menghasilkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurut Abdul Mu’ti, pendekatan kerja nyata seperti ini penting untuk membangun optimisme publik, sekaligus menunjukkan bahwa program pendidikan dan sosial dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan umat.

“Di sini kami melihat contoh nyata: hadir, bekerja, dan memberi solusi,” tegasnya.

Selain dapur MBG, Mendikdasmen juga meninjau progres pembangunan Auditorium Berkemajuan dan Sport Hall Walidah di kawasan Kampus Terpadu UMSU. Ia menilai kawasan tersebut tidak hanya disiapkan untuk kepentingan Muktamar 2027, tetapi berpotensi menjadi pusat kegiatan pendidikan, dakwah, dan ekonomi jangka panjang.

“Saya melihat Kampus Terpadu UMSU dan arena Muktamar Muhammadiyah 2027 berpotensi menjadi new settlement dan destinasi masa depan,” ungkapnya.

Abdul Mu’ti juga mendorong agar kawasan kampus dilengkapi dengan ruang-ruang publik edukatif, seperti perpustakaan dan pusat aktivitas intelektual, sehingga mampu menjadi penggerak kesadaran belajar generasi muda dan pengembangan Islam berkemajuan.

Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Agussani, MAP, menjelaskan bahwa pengembangan Kampus Terpadu dirancang sebagai kawasan edukatif terpadu yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin kawasan ini menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi. Bukan hanya untuk kampus, tetapi juga untuk umat dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Prof. Agussani menambahkan, Auditorium Berkemajuan berkapasitas 7.500 orang ditargetkan mulai digunakan pada 2027. Saat ini, progres pembangunan auditorium telah mencapai 33 persen, sementara sport hall mencapai 45 persen. Seluruh pembiayaan masih bersumber dari kekuatan internal UMSU.

Kunjungan Mendikdasmen turut didampingi sejumlah direktur jenderal dan staf khusus, serta dihadiri Badan Pembina Harian UMSU, sivitas akademika, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Sumatera Utara, serta pimpinan daerah Muhammadiyah dari berbagai kabupaten/kota.