Muhammadiyah Perkuat Tata Kelola Pendidikan dengan Balanced Scorecard
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong transformasi tata kelola pendidikan melalui penerapan indikator kinerja yang terukur atau Key Performance Indicator (KPI) guna mewujudkan sekolah yang unggul, profesional, dan berkemajuan.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, saat menjadi pembicara dalam Seminar Pendidikan yang dirangkaikan dengan peluncuran Muhammadiyah Balanced Scorecard serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Marshall Cavendish Education di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Selasa (2/6).
Dalam paparannya yang bertajuk Transformasi Sekolah Muhammadiyah Berbasis KPI untuk Mewujudkan Pendidikan Unggul dan Berkemajuan, Sayuti menegaskan bahwa keberhasilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya di bidang pendidikan, tidak cukup diukur dari pencapaian angka atau pertumbuhan institusi semata. Menurutnya, keberadaan AUM harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat Persyarikatan.
“Kehadiran AUM kita harus berdampak. Kalau ingin berdampak, organisasinya harus tertata dengan baik dan salah satu parameternya adalah indikator kinerja kita,” ujar Sayuti.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas pendidikan Muhammadiyah harus dilakukan secara menyeluruh. Kinerja sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan berbagai AUM lainnya perlu berjalan seiring dengan penguatan tata kelola organisasi Muhammadiyah serta majelis yang menaunginya.
“Yang harus kita tata itu tidak hanya AUM-nya, karena kinerja AUM juga harus berbarengan dengan kinerja Persyarikatan,” jelasnya.
Menurut Sayuti, penguatan tata kelola organisasi harus berlandaskan empat prinsip utama dalam fikih tata kelola Muhammadiyah, yakni amanah, tanggung jawab, uswatun hasanah (keteladanan), dan visioner. Keempat nilai tersebut menjadi fondasi dalam implementasi Muhammadiyah Balanced Scorecard sebagai instrumen pengukuran kinerja yang terintegrasi.
Selain itu, ia menilai pendekatan tata kelola modern juga penting diterapkan dalam pengelolaan organisasi. Salah satunya melalui konsep 7S Framework yang diperkenalkan oleh McKinsey & Company, meliputi struktur, strategi, sistem, keterampilan, gaya kepemimpinan, sumber daya manusia, dan nilai bersama.
Bagi Sayuti, perpaduan antara nilai-nilai Muhammadiyah dan tata kelola modern akan memperkuat daya saing sekolah Muhammadiyah di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.
“Muhammadiyah harus mau berubah menjadi organisasi yang maju, profesional, modern. Karena pada saat yang sama kita menghadapi persaingan yang sangat cepat. Kita lengah sedikit, maka bablas semuanya,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sayuti juga mengingatkan pentingnya semangat berkhidmat sebagaimana pesan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
“Dadiyo kyai sing kemajuan, lan ojo kesel-kesel anggonmu nyambut gawe kanggo Muhammadiyah,” tambahnya.
Pesan tersebut mengandung makna agar warga Muhammadiyah terus bekerja dan berkontribusi bagi kemajuan Persyarikatan tanpa mengenal lelah, sehingga Muhammadiyah tetap tumbuh sebagai organisasi yang modern, profesional, dan berorientasi pada kemajuan.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Toni Toharudin, mengapresiasi langkah Muhammadiyah dalam mengembangkan sistem pengukuran kinerja pendidikan melalui Muhammadiyah Balanced Scorecard.
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan instrumen yang mampu mengukur capaian secara objektif dan berkelanjutan.
“Saya apresiasi setinggi-tingginya langkah PWM DIY bersama Majelis Dikdasmen dan PNF DIY dalam menggunakan Muhammadiyah Balanced Scorecard. Saya kira ini adalah langkah visioner untuk mengukur indikator-indikator kinerja pendidikan di Muhammadiyah,” ucap Toni.
Peluncuran Muhammadiyah Balanced Scorecard dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Sistem tersebut diharapkan mampu membantu satuan pendidikan menetapkan target, mengukur capaian, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan demi mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan.