Muhammadiyah Hadirkan Layanan Spiritual Care bagi Penyintas Bencana
TVMU.TV - Muhammadiyah menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan bagi korban bencana tidak hanya berwujud kebutuhan fisik, seperti makanan, obat-obatan, dan layanan kesehatan, tetapi juga mencakup pendampingan batin melalui layanan spiritual care.
Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdoel Malik Rizal, menyampaikan bahwa menjaga stabilitas iman dan amalan ibadah di tengah situasi darurat merupakan bagian penting dari proses pemulihan penyintas.
“Melalui pendekatan Spiritual Care, para relawan pendamping hadir dengan penuh kesantunan untuk merangkul batin para penyintas,” ujar Malik dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (26/12).
Layanan spiritual care ini dijalankan oleh Relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam LRB atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah. Salah satu kegiatan dilakukan di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, wilayah yang terdampak bencana.
Dalam rekaman video berdurasi singkat yang beredar di media sosial, terlihat anak-anak mengikuti kelas mengaji di salah satu masjid dengan wajah ceria. Tidak hanya anak-anak, sejumlah lansia juga tampak khusyuk mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.
Selain pendampingan ibadah, relawan Muhammadiyah juga memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak penyintas. Usai kegiatan mengaji, anak-anak menyampaikan rasa terima kasih kepada para relawan yang telah mendampingi mereka, khususnya dalam kegiatan keagamaan.
Menurut Abdoel Malik, pendekatan spiritual ini dilakukan secara bertahap untuk menumbuhkan kembali kesadaran religius para penyintas agar mampu menghadapi situasi sulit dengan ketenangan dan harapan.
“Pendekatan yang hangat ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang lebih tangguh dan optimis dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” kata Malik.
Melalui layanan spiritual care, Muhammadiyah berupaya memastikan pemulihan pascabencana berjalan secara menyeluruh, tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga memperkuat daya tahan mental dan spiritual masyarakat terdampak.