Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Sejumlah Lembaga di Inggris, dari Pendidikan hingga Krisis Iklim
TVMU.TV - Muhammadiyah memperluas jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama bersama sejumlah lembaga strategis di Inggris, mulai dari institusi pendidikan dan pusat kajian Islam hingga lembaga pemerintahan dan organisasi masyarakat.
Penjajakan tersebut dilakukan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya (UK) dan Irlandia dalam rangkaian kunjungan di Inggris setelah menghadiri Pengukuhan PCIM Britania Raya (UK) dan Irlandia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Sabtu (22/8).
Sejumlah institusi yang menjadi bagian dari agenda tersebut antara lain East London Mosque, Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO), University of Cambridge, serta Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS).
Penjajakan kerja sama mencakup sejumlah isu, antara lain program lintas agama (interfaith), krisis iklim, pendidikan tinggi, hingga peluang beasiswa bagi kader Muhammadiyah.
“Berbagai macam kemungkinan kerja sama dilakukan termasuk juga berbagai program interfaith dan climate crisis. Kemudian kami juga merencanakan adanya kemungkinan pemberian beasiswa kepada kader-kader Muhammadiyah,” ujar Syafiq dalam sesi doorstop bersama tim media PCIM Britania Raya (UK) dan Irlandia pada Selasa (25/8).
Muhammadiyah Jajaki Kolaborasi dengan Pusat Kajian Islam Oxford
Selain sejumlah institusi tersebut, Muhammadiyah juga menjajaki peluang kerja sama dengan Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS). Lembaga yang berada di lingkungan University of Oxford itu menjadi salah satu institusi yang dibicarakan dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan tinggi dan kajian Islam.
“Kami juga berada di Oxford University, tepatnya di Oxford Centre for Islamic Studies. Tentunya kami membicarakan beberapa hal yang relevan dengan Muhammadiyah, khususnya perguruan tinggi. Center ini dikenal sangat ternama bukan hanya di dunia Islam, tetapi juga di masyarakat dunia lainnya,” jelasnya.
Menurut Syafiq, pertemuan tersebut membuka peluang bagi Muhammadiyah untuk membangun hubungan yang lebih luas dengan lembaga pendidikan dan pusat kajian Islam di tingkat internasional.
Kerja sama yang dijajaki diharapkan dapat memperkuat kapasitas perguruan tinggi Muhammadiyah sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. Peluang kolaborasi juga dapat diarahkan pada pertukaran pengetahuan dan pengembangan program yang relevan dengan tantangan global.
Temui Diaspora dan Kader Muhammadiyah di London
Di luar agenda penjajakan kerja sama kelembagaan, Syafiq juga bertemu dengan diaspora Indonesia dan kader Muhammadiyah di London.
Pertemuan tersebut dikemas melalui pengajian bertajuk “Hidup Berkemajuan tanpa Kehilangan Akar: Teladan Nabi di Zaman yang Berubah” yang berlangsung di Indonesia Islamic Center (IIC) London.
Agenda itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan Muhammadiyah dengan warga Indonesia yang berada di Inggris.
“Tentu ini sangat menggembirakan karena kami bertemu warga Indonesia, warga Muhammadiyah di Inggris untuk melaksanakan pengajian bersama dan merasakan kuliner khas Indonesia,” tutur Syafiq.
Rangkaian kunjungan Syafiq bersama PCIM Britania Raya (UK) dan Irlandia menunjukkan upaya Muhammadiyah memperkuat peran organisasi di tingkat internasional. PCIM tidak hanya menjadi wadah dakwah bagi warga Muhammadiyah di luar negeri, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun jejaring dengan institusi global.
Dari pendidikan dan kajian Islam hingga isu lintas agama dan krisis iklim, berbagai penjajakan tersebut diharapkan berkembang menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan, dakwah, kaderisasi, kemanusiaan, serta kontribusi Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai persoalan global.