Perkuat Ekosistem Wakaf, MPW PP Muhammadiyah Gelar Rakornas III
TVMU.TV - Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar dua acara besar: Forum Keuangan Sosial Syariah dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III, yang dihadiri oleh lebih dari 250 pelaku filantropi, akademisi, dan generasi muda pada 10–11 Oktober 2025 di Jakarta.
Dengan mengusung tema “Partisipasi Generasi Muda dan Inovasi Wakaf untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat”, forum ini menjadi titik temu antara tradisi kedermawanan Islam dengan terobosan era digital.
Acara yang resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, ini juga diwarnai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara MPW PP Muhammadiyah dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sebuah langkah kolaboratif yang menjanjikan akselerasi pengelolaan wakaf.
Suara Kepemimpinan: Wakaf Harus Jadi Lokomotif
Di hadapan para peserta, Ketua MPW PP Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan, menegaskan visi besarnya. Baginya, gerakan wakaf Muhammadiyah bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sebuah lokomotif pembangunan.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi, teknologi, dan kreativitas untuk membangun sistem wakaf produktif yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” tegas Amirsyah seperti dikutip dari muhammadiyah.or.id, Senin (13/10).
Pernyataan ini sejalan dengan komitmen otoritas. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, yang hadir dalam forum tersebut, menegaskan kembali dukungan BI untuk memperkuat keuangan sosial syariah, termasuk menjadikan wakaf produktif sebagai pilar ekonomi umat yang tangguh.
Hasil Rakornas: Peta Jalan Digital dan SDM untuk Wakaf Masa Depan
Rakornas III bukan sekadar pertemuan seremonial. Acara yang ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan ini melahirkan Keputusan Induk MPW PP Muhammadiyah Nomor 377/KEP/I.9/I/2025, yang menjadi peta jalan strategis program nasional WakafMu 2026–2027.
Beberapa terobosan kebijakan yang dihasilkan antara lain:
-
Pembentukan Task Force Nasional untuk memperkuat kelembagaan dan SDM nazhir (pengelola wakaf).
-
Sertifikasi nasional bagi 500 Nazhir di 10 wilayah Muhammadiyah, meningkatkan kapasitas dan profesionalitas pengelolaan.
-
Penerapan Sistem Digital Nasional WakafMu, yang menandai era baru tata kelola wakaf yang transparan dan berbasis teknologi.
Program Prioritas 2026-2027: Dari Pendidikan Hingga Smart Farming
Arah program ke depan dirancang untuk menjawab tantangan kekinian dengan pendekatan yang inovatif dan berdampak luas. Beberapa program unggulannya meliputi:
-
Wakaf Pendidikan: Pendirian Pesantren Eco-Saintek dan transformasi STKIP Sungai Penuh menjadi universitas di atas tanah wakaf.
-
Wakaf Ekonomi Kreatif: Pembangunan Gedung Filantropi Muhammadiyah di Jakarta.
-
Wakaf Hijau: Pengembangan Desa Wisata Berbasis Wakaf, Gerakan Wakaf Pohon Nasional, hingga Integrated Smart Farming di Jonggol.
-
Digitalisasi Wakaf: Pengembangan platform wakaflink.id sebagai marketplace wakaf dan sistem transparansi nasional, memudahkan generasi muda berpartisipasi.
-
Gerakan One Province One Waqf Project, mendorong setiap wilayah menghadirkan project wakaf unggulan.
Penutupan acara oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan penekanan khusus pada peran wakaf yang tidak lagi parsial, tetapi integral dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional.
Dengan semangat baru, dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, dan peta digital yang jelas, gerakan wakaf Muhammadiyah siap melesat. Inilah cerita tentang bagaimana tradisi filantropi Islam berpadu dengan inovasi anak muda, siap menjadi lokomotif sebenarnya bagi kemandirian ekonomi umat.