Prodi HI UMS Pelajari Sistem Mentoring dan Internasionalisasi Kurikulum di Malaysia

Prodi HI UMS Pelajari Sistem Mentoring dan Internasionalisasi Kurikulum di Malaysia
Prodi Hubungan Internasional (HI) UMS melakukan langkah strategis untuk peningkatan mutu dan relevansi kurikulumnya melalui kegiatan benchmarking ke Universiti Malaysia Sabah (UMS), Kamis (15/1). Foto: UMS.

TVMU.TV - Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan langkah strategis untuk peningkatan mutu dan relevansi kurikulumnya melalui kegiatan benchmarking ke Universiti Malaysia Sabah (UMS), Kamis (15/1).

Kegiatan yang berlangsung di E-Learning Room Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan UMS ini bertujuan membandingkan dan mengadopsi praktik terbaik, serta membuka peluang kolaborasi akademik internasional.

Rombongan Prodi HI UMS yang terdiri dari Ketua Program Studi, Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.H., dan dosen Syifa Zia Rahmah, S.IP., M.A., diterima langsung oleh jajaran Program Hubungan Antarbangsa universitas setempat. Syifa menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya konkret penguatan akademik.

“Benchmarking kurikulum ini kami lakukan untuk membandingkan struktur mata kuliah, durasi masa studi, serta desain program magang, sekaligus mengkaji bagaimana internasionalisasi kurikulum diterapkan di Universiti Malaysia Sabah,” kata Syifa, seperti dikutip dari ums.ac.id, Rabu (21/1).

Tidak hanya membandingkan kurikulum, agenda ini juga diarahkan untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan. “Kami secara khusus menggali peluang kerja sama seperti student exchange, joint research, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan kurikulum Prodi HI UMS agar semakin relevan dengan standar internasional,” jelas Syifa.

Salah satu temuan penting dari diskusi adalah praktik pendampingan akademik intensif. Di Universiti Malaysia Sabah, sistem mentoring diterapkan sejak semester awal untuk membantu mahasiswa merancang topik riset dan peta akademik jangka panjang. “Pendekatan mentoring sejak awal ini sangat strategis karena membantu mahasiswa membangun peta akademik jangka panjang dan fokus riset sejak dini,” ungkap Syifa.

Kolaborasi ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi mahasiswa dan institusi. “Bagi mahasiswa, kegiatan ini membuka jalur student exchange dan virtual mobility, memberi pengalaman internasional, membangun jejaring lintas negara, serta memperkaya portofolio global,” katanya.

Bagi Prodi HI UMS, kerja sama ini bertujuan menghadirkan dosen tamu internasional, riset bersama, serta meningkatkan visibilitas dan akreditasi di kancah global. “Harapan kami, kerja sama ini melahirkan kurikulum Hubungan Internasional berstandar internasional, adaptif terhadap dinamika geopolitik dan diplomasi kontemporer,” pungkas Syifa.

Usai sesi benchmarking, Prof. Aidul juga memberikan kuliah umum dalam “International Relations Talk Series” dengan tema “From Treaty to Practice: How Indonesia Implements International Legal Commitment of UNCLOS and Maritime Security.” Kuliah ini mengupas sejarah maritim Indonesia, perjuangan konsep Negara Kepulauan, serta tantangan kontemporer di Laut China Selatan.

Syifa menilai materi tersebut sangat relevan. “Kasus Laut China Selatan merupakan cermin dinamika global di tingkat kawasan karena mempertemukan teori Hubungan Internasional, hukum internasional, dan praktik diplomasi secara nyata,” tuturnya.

Kegiatan ini menandai komitmen Prodi HI UMS untuk terus berinovasi dan berkolaborasi guna mencetak lulusan yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan global.