Prodi Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar Bekali Guru Literasi Digital dan Fikih Informasi Muhammadiyah
TVMU.TV - Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMP Muhammadiyah Limbung, Kabupaten Gowa, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan bertema “Penguatan Literasi Digital Berbasis Fikih Informasi Muhammadiyah bagi Guru” ini diikuti sekitar 100 peserta, termasuk guru, tenaga kependidikan, dan siswa.
Ketua Prodi S1 Ilmu Komunikasi, Dr. Syukri, S.Sos., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Teori dan keterampilan yang diperoleh di bangku perkuliahan perlu diaplikasikan secara nyata di tengah masyarakat, termasuk dalam merespons pesatnya perkembangan teknologi informasi,” ujarnya.
Kepala SMP Muhammadiyah Limbung, Muzakkir, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai tema literasi digital sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini dan berharap kolaborasi serupa dapat berlanjut dengan melibatkan lebih banyak program studi.
Dalam sesi materi, narasumber dari Mafindo, Muannas, S.Sos., M.Ikom, mengingatkan pentingnya kehati-hatian di media sosial.
“Jika informasi yang disebarkan mengandung hoaks, dampaknya bisa menjadi dosa berjamaah dan berkonsekuensi panjang. Karena itu, setiap pesan harus diverifikasi sebelum dibagikan,” ujarnya.
Pemateri kedua, Dr. M. Amin Umar, menjelaskan tentang Fikih Informasi Muhammadiyah sebagai pedoman etis dalam mengelola informasi. Fikih ini menekankan prinsip tabayyun (klarifikasi), kejujuran, objektivitas, keadaban, serta tanggung jawab sosial untuk menjaga persatuan.
Ketua Tim PKM, Arni, S.Kom., M.I.Kom., menyatakan bahwa pelatihan difokuskan pada guru sebagai agen utama perubahan. Guru dibekali keterampilan verifikasi informasi, etika bermedia sosial, dan nilai-nilai Islam seperti anti-hoaks, anti-bullying, dan anti-ujaran kebencian, yang kemudian dapat ditransfer kepada siswa.
Melalui kegiatan ini, Unismuh Makassar berharap dapat meningkatkan literasi digital, memperkuat etika bermedia sosial, dan menekan penyebaran konten negatif di lingkungan sekolah dan masyarakat.