Prodi Pendidikan Olahraga UMJ Dorong Pembinaan Talenta Sepak Bola Berbasis Sport Science

Prodi Pendidikan Olahraga UMJ Dorong Pembinaan Talenta Sepak Bola Berbasis Sport Science
Prodi Pendidikan Olahraga FIP UMJ menggelar workshop bertajuk “From Talent to Elite: Peran Sport Science dalam Identifikasi, Pengembangan, dan Optimalisasi Talenta Sepak Bola Berkelanjutan” di Gedung Auditorium FIP UMJ, Kamis (3/9/2026). Foto: UMJ.

TVMU.TV - Pengembangan talenta sepak bola tidak cukup hanya mengandalkan bakat alami. Proses identifikasi, pembinaan, hingga optimalisasi kemampuan atlet membutuhkan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan agar perkembangan pemain dapat dipantau dan diarahkan secara berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi fokus Program Studi Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ) melalui workshop bertajuk “From Talent to Elite: Peran Sport Science dalam Identifikasi, Pengembangan, dan Optimalisasi Talenta Sepak Bola Berkelanjutan” di Gedung Auditorium FIP UMJ, Kamis (3/9/2026).

Workshop tersebut menghadirkan Prof. Robbie Wilson, B.Sc., sebagai narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada pemanfaatan sport science dalam proses identifikasi dan pengembangan talenta sepak bola, termasuk pentingnya talent scouting sebagai tahap awal menemukan pemain berpotensi.

Wakil Dekan I FIP UMJ Dr. Sri Imawati, M.Pd., M.A., mengatakan penerapan sport science memiliki peran penting dalam membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terarah. Menurutnya, pemahaman terhadap pendekatan ilmiah diperlukan agar potensi pemain dapat dikembangkan secara optimal.

“Peran sport science dalam identifikasi, pengembangan, dan optimalisasi talenta sepak bola ini sangat penting. Saya kira workshop ini menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan pemahaman dan pengembangan olahraga, khususnya sepak bola,” ujar Sri.

Talent Scouting Jadi Tahap Awal

Dalam pemaparannya, Robbie Wilson mengawali pembahasan dengan talent scouting. Proses ini menjadi salah satu tahapan penting dalam menemukan pemain yang memiliki potensi untuk dikembangkan menuju level yang lebih tinggi.

Menurut Robbie, kemampuan mengidentifikasi talenta sejak awal perlu diikuti dengan proses pembinaan yang tepat. Dengan demikian, pemain tidak sekadar dipilih berdasarkan kemampuan yang terlihat saat ini, tetapi juga memiliki ruang untuk berkembang sesuai potensinya.

“Talent scouting menjadi bagian penting untuk menemukan talenta-talenta yang memiliki potensi. Dari proses tersebut, kita dapat melihat dan memilih pemain yang memiliki kemampuan untuk terus dikembangkan,” Robbie Wilson

Pendekatan sport science kemudian menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Ilmu olahraga dapat digunakan untuk membantu memahami berbagai aspek performa atlet, mulai dari kemampuan fisik hingga perkembangan performa selama menjalani pembinaan.

Bagi Prodi Pendidikan Olahraga FIP UMJ, workshop ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan sivitas akademika mengenai pengembangan sepak bola yang tidak hanya bertumpu pada pengalaman praktis, tetapi juga memanfaatkan pengetahuan dan metode ilmiah.

Dorong Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan

Pengembangan talenta sepak bola membutuhkan proses panjang. Pemain yang memiliki potensi pada usia muda belum tentu otomatis mencapai level elite tanpa dukungan pembinaan, pemantauan, dan lingkungan latihan yang tepat.

Karena itu, integrasi sport science dalam pembinaan diharapkan dapat membantu menciptakan proses pengembangan atlet yang lebih sistematis. Identifikasi potensi dapat menjadi titik awal, sementara pembinaan berkelanjutan menjadi kunci untuk mengoptimalkan kemampuan pemain.

Melalui kegiatan tersebut, Prodi Pendidikan Olahraga FIP UMJ mendorong penguatan pemahaman mengenai pentingnya pendekatan ilmiah dalam pembinaan atlet. Langkah ini diharapkan turut berkontribusi terhadap lahirnya talenta sepak bola yang mampu berkembang secara optimal dan berkelanjutan.