Rakernas Lazismu 2026 Rumuskan Strategi Penguatan Filantropi Berbasis Data dan Dampak

Rakernas Lazismu 2026 Rumuskan Strategi Penguatan Filantropi Berbasis Data dan Dampak
Pembukaan Rakernas Lazismu 2026 di Lapangan Murjani, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (7/11) malam.

TVMU.TV - Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) menegaskan komitmennya dalam memperkuat inovasi sosial yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 bertema “Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkelanjutan.”

Pembukaan Rakernas berlangsung meriah di Lapangan Murjani, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Jumat malam (7/11). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Lazismu dalam menyatukan arah gerak lembaga zakat di seluruh Indonesia agar lebih berdampak dan terukur.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyampaikan bahwa Rakernas merupakan agenda tahunan yang berfungsi sebagai wadah konsolidasi nasional sekaligus sarana memperkuat tata kelola lembaga.

“Lazismu bersyukur termasuk lembaga yang rutin membuat rencana anggaran dan belanja. Ini bukti kepatuhan terhadap tata kelola yang diamanahkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui konsolidasi keuangan,” ujar Rais.

Menurutnya, agenda utama Rakernas tahun ini adalah penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lazismu wilayah se-Indonesia untuk periode 2026–2030. Dokumen ini akan menjadi panduan dalam mengorkestrasi program penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat secara nasional agar lebih selaras dan terintegrasi.

Rais menegaskan bahwa Lazismu kini memasuki fase penting menjelang Muktamar Muhammadiyah 2027, di mana dinamika sosial, politik, dan ekonomi global menjadi tantangan yang harus direspons dengan pendekatan inovatif dan adaptif.

“Penguatan inovasi sosial merupakan refleksi dari risalah Islam berkemajuan dengan semangat ijtihad dan tajdid. Dalam kondisi sosial yang terus berubah, kita tidak boleh vakum, melainkan harus menghadirkan terobosan dan solusi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rais menjelaskan bahwa Renstra Lazismu 2026–2030 akan menekankan integrasi data dan ekosistem digital agar setiap program dapat diukur secara kuantitatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Secara nasional, hingga September 2025, Lazismu berhasil menghimpun dana Zakat, Infaq, Sadaqah, dan Kemanusiaan (ZISKA) sebesar Rp582 miliar atau 92 persen dari target, dengan proyeksi mencapai Rp668 miliar pada akhir tahun. Dari jumlah tersebut, penyaluran bantuan telah mencapai Rp516 miliar, dan ditargetkan menembus Rp620 miliar hingga akhir tahun.

“Semua itu diberikan untuk masyarakat yang membutuhkan dengan nilai manfaat seluas-luasnya agar berdampak berkelanjutan,” jelas Rais.

Sebagai tindak lanjut dari amanah Rakernas sebelumnya, Lazismu juga melanjutkan Program Kampung Berkemajuan di lima provinsi, dengan perkembangan signifikan di Sragen (Jawa Tengah), Tasikmalaya (Jawa Barat), dan Kulonprogo (DIY).

Program ini menjadi model inovasi sosial yang menggabungkan aspek pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan sosial keagamaan secara berkelanjutan.

Melalui Rakernas 2026 ini, Lazismu meneguhkan perannya sebagai lembaga filantropi modern yang tidak hanya fokus pada distribusi dana sosial, tetapi juga membangun sistem kesejahteraan masyarakat berbasis inovasi dan kolaborasi lintas sektor.