Ketakwaan Jadi Kunci Kebahagiaan Dunia dan Akhirat Pasca-Ramadan

Ketakwaan Jadi Kunci Kebahagiaan Dunia dan Akhirat Pasca-Ramadan
Ketua Umum PP ’Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar UMS, Sabtu (28/3). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ’Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menegaskan pentingnya menjaga dan meningkatkan ketakwaan setelah Ramadan sebagai bekal meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pesan tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (28/3/2026). Momentum pasca-Ramadan, menurutnya, harus menjadi titik refleksi bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas diri secara berkelanjutan.

Salmah menjelaskan, ketakwaan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menghadirkan berbagai manfaat nyata dalam kehidupan. Ia mengutip Surah At-Talaq ayat 2–3 yang dikenal sebagai “ayat seribu dinar” sebagai landasan utama.

“Ketakwaan adalah kunci untuk meraih kebahagiaan, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Salmah merinci sejumlah keutamaan bagi orang yang bertakwa di dunia, di antaranya mendapatkan jalan keluar dari setiap persoalan, dimudahkan dalam memperoleh rezeki, serta memperoleh kecukupan hidup melalui sikap tawakal kepada Allah SWT.

Ia juga menyinggung konsep furqan, yakni kemampuan membedakan antara yang benar dan yang salah, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Anfal ayat 29.

“Furqan itu kemampuan untuk membedakan antara yang haq dan yang batil, serta mengambil keputusan secara tepat,” jelasnya.

Selain itu, orang bertakwa juga diyakini memperoleh perlindungan dan kedekatan dengan Allah, sehingga lebih mudah menjalani berbagai tantangan kehidupan sehari-hari.

Tak hanya di dunia, Salmah menambahkan, Allah juga menjanjikan balasan di akhirat berupa ampunan dosa, pelipatgandaan pahala, serta tempat terbaik di sisi-Nya.

Menurutnya, nilai-nilai ketakwaan tidak boleh berhenti setelah Ramadan berakhir. Justru, bulan suci menjadi sarana pembinaan spiritual yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Ramadan semestinya meningkatkan derajat kita menjadi orang-orang bertakwa, sehingga kita dapat meraih kebaikan di dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Kegiatan Halalbihalal ini diikuti civitas akademika UMS sebagai bagian dari tradisi mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai keislaman dan kebersamaan pasca-Idulfitri.