Lazismu dan Pizza Hut Indonesia Kolaborasi Program RendangMu, Kurban Kaleng Disiapkan untuk Daerah 3T hingga Palestina

Lazismu dan Pizza Hut Indonesia Kolaborasi Program RendangMu, Kurban Kaleng Disiapkan untuk Daerah 3T hingga Palestina
Lazismu DKI Jakarta memperkuat program distribusi kurban berkelanjutan melalui kolaborasi bersama Pizza Hut Indonesia pada momentum Iduladha 1447 Hijriah. Foto: tvMu.

TVMU.TV - Pimpinan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) DKI Jakarta memperkuat program distribusi kurban berkelanjutan melalui kolaborasi bersama Pizza Hut Indonesia pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.

Dalam kerja sama tersebut, empat ekor sapi kurban akan diolah menjadi produk siap saji “RendangMu” dalam bentuk rendang kaleng untuk mendukung bantuan kemanusiaan dan distribusi ke daerah tertinggal.

Penyerahan hewan kurban dilakukan secara simbolis di Kantor Pusat Pizza Hut Indonesia. Berbeda dari tahun sebelumnya yang didistribusikan dalam bentuk daging segar, seluruh daging kurban tahun ini akan diproses menjadi rendang kaleng agar memiliki masa simpan lebih lama dan menjangkau penerima manfaat lebih luas.

Ketua Lazismu, Lambang Saribuana, mengatakan inovasi kurban kaleng menjadi langkah strategis dalam mendukung program kemanusiaan jangka panjang Lazismu.

“Dari 4 ekor sapi sumbangan Pizza Hut Indonesia, kami targetkan dapat memproduksi sebanyak 1.000 kaleng RendangMu. Produk ini tahan hingga 2 tahun dan dipersiapkan sebagai cadangan logistik jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Selain itu, distribusinya menyasar panti asuhan, kawasan terluar, hingga bantuan kemanusiaan internasional seperti ke Palestina,” ujar Lambang kepada tvMu di Jakarta, Rabu (13/5).

Menurutnya, pengolahan kurban dalam bentuk makanan siap saji memungkinkan distribusi lebih efektif, terutama untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang memiliki keterbatasan akses logistik dan rantai pendingin.

Selain mendukung ketahanan pangan dan bantuan kebencanaan, Lazismu juga membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan Pizza Hut Indonesia di bidang pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Lambang menjelaskan, kerja sama tersebut tengah diarahkan pada pengelolaan sisa bahan makanan untuk budidaya maggot di Kawasan Ekonomi Keumatan serta pemanfaatan minyak jelantah bersama warga ‘Aisyiyah menjadi produk rumah tangga bernilai ekonomi.

“Ke depan kami menjajaki pengembangan waste management, termasuk pengolahan minyak jelantah menjadi sabun, karbol, dan produk aromaterapi kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasional Pizza Hut Indonesia, Kamaludin, mengatakan program kurban tahun ini juga menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada karyawan yang telah mengabdi lebih dari lima tahun.

“Empat ekor sapi kurban yang kami salurkan tahun ini di atasnamakan karyawan dan karyawati Pizza Hut Indonesia terpilih yang telah mendedikasikan loyalitasnya selama lebih dari 5 tahun. Ini bentuk kepedulian perusahaan atas dedikasi mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, format rendang kaleng dipilih agar manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.

“Jika tahun lalu kami bagikan dalam bentuk daging segar, tahun ini jangkauannya ingin kami perluas. Lewat format kaleng yang bekerja sama dengan Lazismu, manfaatnya dipastikan jauh lebih luas dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga datang dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM). Wakil Bendahara PWM DKI Jakarta, Ramilan, menilai sinergi filantropi antara dunia usaha dan lembaga zakat dapat memperkuat pemerataan manfaat kurban di tengah masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama strategis ini. Iduladha adalah momentum kebersamaan, di mana kita ingin seluruh umat—khususnya masyarakat yang kurang mampu—bisa bersama-sama merasakan daging kurban,” tutur Ramilan.

Melalui program RendangMu, Lazismu berharap distribusi kurban tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan, tetapi mampu menjangkau masyarakat rentan, korban bencana, hingga penerima bantuan kemanusiaan internasional secara lebih berkelanjutan.