Silaturahmi Idulfitri Muhammadiyah, Haedar Nashir Soroti Kedewasaan Sikapi Perbedaan
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Kamis (25/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan sikap kedewasaan dalam menyikapi perbedaan di tengah umat Islam.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam tausiyah Syawalan menilai dinamika perbedaan penetapan Idulfitri merupakan bagian dari proses pendewasaan bangsa, termasuk bagi warga Muhammadiyah.
“Jadi ini dinamika dan membuat kita makin matang dan dewasa. Jadi tidak perlu baper juga kita Muhammadiyah karena apa? Karena kita ini organisasi yang sudah lahir lebih tua, jadi ya harus lebih dewasa lah,” kata Haedar.
Meski demikian, Haedar menyayangkan adanya sejumlah kejadian di daerah yang menghambat pelaksanaan Salat Idulfitri oleh warga Muhammadiyah pada 20 Maret 2026. Ia menilai sikap tersebut tidak mencerminkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.
“Biarpun patut disayangkan saat itu katanya ada aparat kecamatan dan dari kelurahan yang ada di tempat itu, dan ketika penghadangan itu terjadi, justru malah ikut supaya warga Muhammadiyah tidak melaksanakan Idulfitri di tempat itu,” ungkapnya.
Haedar menegaskan, perbedaan penetapan hari raya tidak hanya terjadi pada Muhammadiyah, melainkan juga diikuti sejumlah organisasi kemasyarakatan lain. Ia juga menyoroti dukungan publik yang mengalir di media sosial terhadap Muhammadiyah sebagai respons atas tekanan yang muncul.
Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mendorong warga Muhammadiyah untuk lebih aktif menyampaikan pandangan keagamaan di ruang publik secara terbuka dan argumentatif.
“Semakin masyarakat itu dibiasakan untuk menyampaikan pandangan-pandangan yang didasari oleh argumen dan dalil-dalil yang kuat, itu ternyata masyarakat akan semakin terbuka dan tidak memandang perbedaan itu sebagai sesuatu yang seharusnya menimbulkan perpecahan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pandangan keagamaan Muhammadiyah dibangun di atas dasar dalil dan argumentasi yang kuat, sehingga warga persyarikatan tidak perlu ragu untuk menyampaikannya kepada masyarakat luas.
“Karena itu warga persyarikatan Muhammadiyah jangan ragu untuk menyampaikan paham agama Muhammadiyah ke ruang publik,” imbuhnya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pimpinan PP Muhammadiyah, di antaranya Agung Danarto, Saad Ibrahim, Syafiq Mughni, Syamsul Anwar, Irwan Akib, Busyro Muqoddas, Agus Taufiqurrahman, dan Salmah Orbayinah.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat sikap toleran, serta membangun ruang dialog yang sehat dalam menghadapi perbedaan di tengah masyarakat.