Ramadhan 1447 H, UMP Turunkan Puluhan Mubaligh ke Masyarakat

Ramadhan 1447 H, UMP Turunkan Puluhan Mubaligh ke Masyarakat
UMP melepas 54 Mubaligh dan Mubalighot dalam program Mubaligh Dakwah Ramadhan (MDR) ke-5 untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Prosesi pelepasan di Hall Gedung A UMP, Rabu (25/2/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melepas 54 Mubaligh dan Mubalighot dalam program Mubaligh Dakwah Ramadhan (MDR) ke-5 untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Prosesi pelepasan digelar di Hall Gedung A UMP, Rabu (25/2/2026).

Para peserta merupakan mahasantri dari Asrama Unggulan K.H. Abu Dardiri yang akan menjalankan misi dakwah di berbagai masjid dan komunitas masyarakat selama Ramadhan. Program ini menjadi bagian dari penguatan kaderisasi dan pengabdian mahasiswa UMP kepada umat.

Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam UMP, Ustadz Dr. Asep Daud Kosasih, M.Ag., secara resmi melepas para mahasantri. Turut hadir Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni yang diwakili Imam Thohari, S.E., M.Ak., Kabid Akademik dan Sekolah Kader LPPI Ustadz Dr. Wage, M.Ag., Direktur Asrama Ustadz Bruri Abdussalam, Lc., M.A., serta perwakilan takmir masjid mitra dakwah.

Direktur Asrama, Ustadz Bruri Abdussalam, menegaskan bahwa pelepasan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari pembentukan karakter kader Muhammadiyah yang tangguh dan berkomitmen.

“Pelepasan mahasantri hari ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi bagian dari meneladani spirit Nabi Ibrahim. Ada keikhlasan, ada keberanian melepas, dan ada keyakinan penuh bahwa Allah akan menjaga serta menumbuhkan ‘buah-buah’ kebaikan dari setiap perjuangan dakwah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kaderisasi di lingkungan Muhammadiyah harus berlangsung secara masif, terstruktur, dan berkesinambungan.

“Kaderisasi ini tidak boleh berhenti. Ia harus terus berjalan, masif, terstruktur, dan berkesinambungan hingga akhir hayat, melalui jalan perjuangan di organisasi Muhammadiyah. Dari sinilah lahir kader-kader umat yang siap mengabdi untuk persyarikatan, bangsa, dan agama,” tegasnya.

Sementara itu, Asep Daud Kosasih menekankan pentingnya meneladani spirit dakwah Nabi Muhammad SAW dalam membangun generasi penerus perjuangan Islam.

“Spirit Nabi Muhammad SAW adalah spirit perjuangan, keteladanan, dan perubahan. Dalam waktu yang relatif singkat, beliau mampu memengaruhi umat manusia dengan akhlak, visi, dan kepemimpinan yang luar biasa. Keberhasilan beliau bukan hanya pada bagaimana risalah itu dijalankan, tetapi juga pada bagaimana kaderisasi dibangun dengan kokoh. Ketika beliau memimpin, dakwah meliputi Mekah dan Madinah; namun setelah wafatnya, pengaruh itu melampaui Mekah dan Madinah, menjangkau berbagai penjuru dunia. Inilah bukti bahwa Rasulullah tidak hanya sukses menjalankan tugas kenabian, tetapi juga berhasil menyiapkan generasi penerus perjuangan.”

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta MDR.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh mahasantri peserta MDR. Semangat, kedisiplinan, dan kesungguhan kalian adalah modal penting untuk menjadi kader umat yang tangguh. Teruslah menjaga komitmen dan integritas dalam perjuangan,” pungkasnya.

Program MDR ke-5 ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas dakwah mahasiswa, tetapi juga memperluas kontribusi UMP dalam pembinaan umat selama Ramadhan 1447 H.