Rektor UMSU Nilai Rahmat Shah sebagai Tokoh Inspiratif
TVMU.TV - Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Agussani, mengapresiasi Rahmat Shah sebagai figur yang konsisten mendorong kemajuan masyarakat melalui kegiatan sosial, keadilan, dan pelestarian lingkungan.
Apresiasi tersebut disampaikan Agussani usai menghadiri peringatan 15 tahun Monumen Nasional Keadilan yang digelar di Rahmat International Wildlife Museum and Gallery, Jalan S. Parman, Medan, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Mahfud MD, jajaran Forkopimda Sumatera Utara, perwakilan konsulat negara sahabat, serta tokoh masyarakat.
Menurut Agussani, Rahmat Shah merupakan sosok inspiratif yang memiliki kiprah luas di berbagai bidang, mulai dari dunia usaha, diplomasi, hingga konservasi lingkungan. Ia menilai kontribusi tersebut menjadikan Rahmat Shah sebagai teladan, khususnya bagi generasi muda.
“UMSU salah satu yang difasilitasi membangun kemitraan dengan universitas di Turkiye untuk peningkatan kualitas pendidikan,” kata Agussani.
Rahmat Shah dikenal sebagai Konsul Kehormatan Turkiye untuk Sumatera, penggiat konservasi, serta pernah menjabat anggota DPD/MPR RI periode 1999–2014. Ia juga aktif memimpin sejumlah organisasi, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara dan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumut.
Selain itu, Rahmat Shah merupakan pendiri Rahmat International Wildlife Museum & Gallery yang telah dikenal di tingkat internasional dan menerima berbagai penghargaan, termasuk International Conservation Award.
Agussani menilai, kehadiran Monumen Nasional Keadilan yang telah berdiri selama 15 tahun menjadi simbol penting komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Monumen Nasional Keadilan ini menjadi bukti kepedulian dan tanggung jawab terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mahfud MD menegaskan bahwa keadilan merupakan fondasi utama dalam kehidupan bernegara. Ia mengingatkan bahwa kegagalan menegakkan keadilan dapat berdampak pada runtuhnya sebuah negara.
“Tujuan negara kita ada empat, semuanya hanya bisa dicapai dengan keadilan: menjaga integrasi bangsa, melindungi bangsa dan tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.
Ia menambahkan, Monumen Nasional Keadilan yang berada di Medan menjadi satu-satunya di Indonesia dan berfungsi sebagai pengingat pentingnya menegakkan keadilan dalam kehidupan berbangsa.
“Mudah-mudahan pesannya sampai ke seluruh negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Rahmat Shah menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan keadilan. Ia bahkan memperkenalkan yel-yel sebagai ajakan kolektif.
“Tak mungkin hanya segelintir orang mewujudkan keadilan tanpa keterlibatan semua pihak. Itu sebabnya yel-yel ini kita lahirkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ketidakadilan dapat membawa dampak buruk bagi masa depan bangsa, sedangkan keadilan menjadi kunci terciptanya kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat.
Sebagai informasi, Monumen Nasional Keadilan mulai dibangun pada 3 April 2010 dengan peletakan batu pertama oleh Bagir Manan dan diresmikan pada 19 Maret 2011 oleh Irman Gusman. Peringatan 15 tahun monumen ini diawali dengan ceramah oleh Muzakkir serta pemutaran video sejarah pembangunan monumen tersebut.